SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang efektif dan efisien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi inovasi daerah secara internal di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Timika, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut menekankan pentingnya digitalisasi, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) guna menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sekretaris Dinkes Mimika, dr. Sisma H.L., mengatakan bahwa inovasi menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Ia menjelaskan, pada ajang Lomba Inovasi Daerah tahun 2025, Dinkes Mimika berhasil meraih juara kedua melalui inovasi Emergency Ambulance Service (EMAS) atau layanan ambulans gawat darurat. Saat itu, Dinkes mengusulkan enam inovasi daerah.

Sementara pada tahun 2026, Dinkes Mimika kembali mendorong lahirnya tiga inovasi baru yang diharapkan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika.

“Melalui sosialisasi ini kami berharap seluruh pegawai di lingkungan Dinkes Mimika dapat lebih memahami pentingnya inovasi dan terdorong untuk menciptakan gagasan-gagasan baru yang dapat diikutsertakan dalam ajang inovasi daerah,” ujar Sisma.

Menurutnya, inovasi tidak hanya bertujuan untuk mengikuti perlombaan, tetapi harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap OPD didorong untuk berinovasi dan menciptakan kreativitas yang dapat meningkatkan kualitas serta mutu pelayanan publik. Yang terpenting, inovasi tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa inovasi yang dikembangkan harus mampu mempercepat proses pelayanan, meningkatkan ketepatan layanan, serta menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan.

“Jadi kita dorong agar inovasi yang dibuat tidak hanya sekadar menjadi inovasi daerah, tetapi benar-benar berdampak dan bermanfaat bagi pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Mimika, Joseph Manggasa, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan langkah positif dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintah daerah.

Menurutnya, Dinkes Mimika menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) pertama yang secara khusus menggelar sosialisasi inovasi daerah pada tahun ini.

Joseph menjelaskan bahwa penguatan inovasi daerah sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam upaya meningkatkan inovasi sebagai bagian dari pembangunan daerah.

“Dalam upaya meningkatkan inovasi daerah, dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak untuk membangun ekosistem inovasi yang kuat di Kabupaten Mimika. Terutama bagi OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir berbagai inovasi baru yang tidak hanya meningkatkan kinerja organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Mimika.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi