SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Distrik Mimika Baru, Joel
Daniel Luhukay, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola kebersihan
lingkungan yang lebih baik melalui inovasi berbasis digital serta penguatan
pemberdayaan masyarakat.
Joel menjelaskan, Pemerintah Distrik Mimika Baru saat ini
tengah merancang sistem inovasi berbasis digital sebagai sarana sosialisasi dan
edukasi kepada masyarakat. Sistem tersebut akan memanfaatkan berbagai platform
media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, serta website resmi distrik
agar informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya terkait
kebersihan Kota Timika dan pengelolaan sampah.
“Kami akan menggunakan satu sistem digital yang terintegrasi
agar pesan-pesan kebersihan bisa sampai ke masyarakat secara efektif,” ujarnya,
Kamis (22/1/2026).
Dalam mendukung upaya tersebut, Distrik Mimika Baru juga
memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kerja sama ini difokuskan pada penanganan
drainase, selokan tersumbat, jembatan rendah, serta titik-titik rawan banjir
yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kelurahan.
Sejak awal tahun 2026, pihak distrik telah turun langsung ke
seluruh kelurahan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan. Hasil temuan
tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Dinas PUPR untuk ditindaklanjuti
melalui program teknis, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat guna
membersihkan drainase yang tertutup beton dan sulit dijangkau secara manual.
Pada tahun 2026, Distrik Mimika Baru menempatkan kebersihan
kota sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah
melalui program pemberdayaan masyarakat dan padat karya, di mana warga
dilibatkan langsung dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan di
wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Warga akan kita libatkan bekerja di wilayahnya sendiri,
sehingga tumbuh rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, jalan, dan
drainase di sekitar rumah mereka,” jelasnya.
Selain itu, program bank sampah tetap dilanjutkan dan
diperkuat. Masyarakat didorong untuk memilah sampah dari rumah, kemudian
menjualnya melalui bank sampah atau titik-titik penampungan yang telah
disiapkan. Ke depan, Distrik Mimika Baru juga berencana melakukan sosialisasi
ke sekolah-sekolah agar edukasi pengelolaan sampah dapat dimulai sejak dini.Terkait
pencegahan banjir, Joel menegaskan bahwa persoalan utama tidak hanya terletak
pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada perilaku masyarakat. Banyak kejadian
banjir disebabkan oleh sampah yang dibuang sembarangan hingga menyumbat aliran
air di selokan dan sungai kecil.
Sebagai langkah konkret, Distrik Mimika Baru menetapkan
agenda kerja bakti massal dua kali dalam sebulan, yakni pada minggu pertama dan
minggu terakhir, yang melibatkan seluruh kelurahan dan kampung.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk
menjaga kebersihan dan mencegah banjir di wilayah Distrik Mimika Baru,”
pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

