SALAM PAPUA (TIMIKA)- Pesawat penumpang terbesar di dunia, Airbus A380-800, menjadi salah satu ikon industri penerbangan global sejak pertama kali diperkenalkan. Pesawat berlantai ganda penuh yang diproduksi oleh Airbus ini dirancang untuk melayani rute jarak jauh dengan kapasitas sangat besar, sekaligus menantang dominasi Boeing 747 di pasar pesawat berbadan lebar.

Proyek A380 awalnya dikenal dengan nama A3XX pada 1990-an. Airbus secara resmi meluncurkan pesawat ini kepada publik pada Januari 2005 di Toulouse, Prancis. Penerbangan perdananya berlangsung pada 27 April 2005 dari Bandara Toulouse-Blagnac, menandai tonggak penting dalam sejarah aviasi modern.

Dua tahun kemudian, tepatnya Oktober 2007, A380-800 mulai beroperasi secara komersial bersama Singapore Airlines sebagai maskapai pertama yang menggunakannya. Kehadiran pesawat ini langsung mencuri perhatian dunia karena ukuran dan kapasitasnya yang luar biasa besar.

Dalam konfigurasi tiga kelas standar, A380-800 mampu mengangkut sekitar 555 penumpang. Namun dalam konfigurasi ekonomi penuh, pesawat ini dapat menampung hingga 853 penumpang, menjadikannya pesawat komersial dengan kapasitas terbesar yang pernah diproduksi secara massal. Pesawat ini juga memiliki jangkauan hingga 8.500 mil laut atau sekitar 15.700 kilometer, memungkinkan penerbangan jarak sangat jauh tanpa henti.

Meski Airbus sempat merencanakan versi kargo (A380F), varian tersebut akhirnya dibatalkan karena perusahaan memilih memprioritaskan produksi versi penumpang.

Secara teknis, A380 dinilai sukses dan menjadi simbol kemajuan teknologi penerbangan Eropa. Namun perubahan tren industri membuat permintaan terhadap pesawat berkapasitas sangat besar menurun. Maskapai dunia beralih ke pesawat bermesin dua yang lebih hemat bahan bakar dan fleksibel untuk rute point-to-point.

Akhirnya, Airbus memutuskan menghentikan produksi A380, dengan pengiriman terakhir dilakukan kepada Emirates pada tahun 2021. Meski produksinya telah berakhir, A380 tetap dikenang sebagai “Superjumbo” yang menandai era pesawat raksasa dalam sejarah penerbangan dunia. (Sumber: Wikipedia)

Editor: Sampe Sianturi