SALAM PAPUA (TIMIKA)- Pesawat angkut strategis terbesar di dunia, Antonov An-225 Mriya, pernah menjadi simbol kejayaan teknologi dirgantara era Uni Soviet dan Ukraina. Pesawat raksasa yang memiliki arti “mimpi” dalam bahasa Ukraina ini pertama kali terbang pada 21 Desember 1988.

An-225 dirancang oleh biro desain Antonov di Republik Sosialis Soviet Ukraina untuk mengangkut pesawat ulang-alik Buran serta komponen roket Energiya dalam program antariksa Uni Soviet. Pesawat ini dikembangkan dari Antonov An-124 dengan sejumlah modifikasi besar, termasuk badan pesawat yang diperpanjang, bentang sayap yang diperbesar, serta penambahan dua mesin sehingga total memiliki enam mesin turbofan.

Dengan berat lepas landas maksimum mencapai 640 ton, An-225 menyandang rekor sebagai pesawat terberat yang pernah dibangun dan memiliki bentang sayap terbesar yang pernah beroperasi. Pada masa uji terbang awalnya, pesawat ini bahkan mencatat lebih dari 100 rekor dunia dalam satu rangkaian penerbangan.

Awalnya direncanakan diproduksi sebanyak dua unit, namun hanya satu pesawat yang selesai dan dioperasikan dengan registrasi UR-82060. Unit kedua sempat dikerjakan, tetapi proyeknya terhenti dan tidak pernah rampung.

Setelah program antariksa Buran dihentikan, An-225 sempat tidak beroperasi selama beberapa tahun. Pada 2001, pesawat ini dimodernisasi dan kembali mengudara sebagai pesawat kargo komersial yang dioperasikan oleh Antonov Airlines. Dalam perannya tersebut, An-225 mengangkut berbagai muatan berukuran sangat besar, mulai dari peralatan industri berat hingga bantuan kemanusiaan ke berbagai negara.

Keberadaan An-225 selalu menarik perhatian publik di setiap bandara yang disinggahinya. Banyak masyarakat rela datang hanya untuk menyaksikan secara langsung pesawat terbesar di dunia tersebut lepas landas maupun mendarat.

Namun, riwayat panjang pesawat legendaris itu berakhir tragis. Pada Februari 2022, saat invasi Rusia ke Ukraina dimulai, An-225 berada di Bandara Hostomel. Pada 27 Februari 2022, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengumumkan bahwa pesawat tersebut hancur dalam pertempuran. Citra satelit kemudian mengonfirmasi kehancuran An-225.

Meski telah musnah, Antonov An-225 Mriya tetap dikenang sebagai ikon penerbangan dunia dan simbol kemampuan teknik dirgantara yang luar biasa. (Sumber: Wikipedia)

Editor: Sampe Sianturi