SALAM PAPUA (SERANG) – Dalam rangka menyambut Hari Pers
Nasional (HPN) Tahun 2026, Dewan Pers Republik Indonesia bersama Persatuan
Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Konvensi Nasional Media Massa dengan tema
“Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk
Kepentingan Publik”.
Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Serang, Provinsi
Banten, Minggu (8/2/2026). Sebanyak 10 wartawan dari Provinsi Papua dan Papua
Tengah dengan difasilitasi oleh PT Freeport Indonesia juga turut dalam konvensi
ini dan merupakan perwakilan dari beberapa media surat kabar dan online.
Konvensi tersebut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan
Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, Ketua
PWI Pusat Akhmad Munir, Wamen Komdigi Nezar Patria, serta sejumlah tokoh pers
nasional. Hadir pula Gubernur Banten Andra Soni yang dalam kesempatan itu
diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi.
Dalam sambutannya, Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan bahwa
pers nasional harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan
(Artificial Intelligence/AI) dan percepatan transformasi digital. Menurutnya,
perubahan teknologi tidak bisa dihindari, namun harus dimanfaatkan untuk
memperkuat kualitas jurnalisme dan kepentingan publik.
“AI bukan ancaman bagi pers, tetapi alat yang harus
dimanfaatkan secara bijak. Yang terpenting adalah bagaimana insan pers tetap
menjaga akurasi, verifikasi, dan etika jurnalistik di tengah disrupsi
teknologi,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong kolaborasi antara
regulator, perusahaan media, dan komunitas jurnalis untuk membangun ekosistem
informasi yang sehat. “Transformasi digital harus diiringi dengan penguatan
literasi digital dan keberlanjutan bisnis media agar pers tetap independen dan
profesional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat
menekankan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, tidak boleh menggerus nilai
dasar jurnalisme. Ia mengingatkan bahwa kredibilitas merupakan modal utama
media massa.
“Teknologi bisa membantu mempercepat kerja jurnalistik,
tetapi nurani dan tanggung jawab moral tidak bisa digantikan oleh mesin. Pers
harus tetap menjadi penjernih informasi di tengah maraknya disinformasi dan
hoaks,” tegas Komaruddin.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga standar kompetensi
wartawan serta memperkuat regulasi dan mekanisme pengawasan internal media. “Di
era digital ini, tantangannya bukan hanya kecepatan, tetapi juga keakuratan dan
kepercayaan publik,” tambahnya.
Gubernur Banten Andra Soni melalui Sekda Deden Apriandhi
menyampaikan apresiasi kepada PWI dan Dewan Pers atas kepercayaan menjadikan
Banten sebagai tuan rumah Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan
terima kasih kepada PWI dan Dewan Pers serta seluruh pihak yang telah
memberikan kesempatan kepada Banten menjadi tuan rumah kegiatan nasional ini,”
ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang
diskusi bagi insan pers, tetapi juga memberikan dampak positif bagi promosi
daerah serta membuka peluang investasi di Provinsi Banten.
Konvensi Nasional Media Massa ini menjadi bagian dari
rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2026 yang mengusung semangat “Pers Sehat,
Ekonomi Berdaulat, Indonesia Kuat.”
Kovensi ini dihadiri para wartawan dan pengurus PWI dari
seluruh Indonesia. Selain sesi diskusi dan pemaparan materi, Konvensi Nasional
Media Massa HPN 2026 juga menghasilkan Pernyataan Deklarasi Bersama Organisasi
Perusahaan Media yang dibacakan di akhir kegiatan.
Deklarasi tersebut merupakan komitmen kolektif perusahaan
media dalam menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI), disrupsi digital,
serta dinamika industri informasi yang terus berkembang.
Dalam pernyataan bersama itu, organisasi perusahaan media
menegaskan beberapa poin penting, di antaranya: Menjaga independensi dan
integritas pers sebagai pilar demokrasi serta memastikan setiap produk
jurnalistik tetap berlandaskan Kode Etik Jurnalistik. Memanfaatkan teknologi AI
secara bertanggung jawab, transparan, dan tidak mengabaikan prinsip verifikasi
serta akurasi informasi.
Memperkuat ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan,
termasuk mendorong model bisnis yang adaptif di era digital. Melawan
disinformasi, hoaks, dan manipulasi konten digital melalui kolaborasi antar
perusahaan media dan pemangku kepentingan. Dan meningkatkan kompetensi jurnalis
dan SDM media agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa
kehilangan nilai-nilai dasar jurnalisme.
Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan organisasi
perusahaan media nasional yang hadir dalam Konvensi Nasional Media Massa HPN
2026 sebagai bentuk komitmen bersama membangun ekosistem informasi untuk
kepentingan publik.
Penulis/Editor: Sianturi

