SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepolisian Daerah Papua
menyampaikan perkembangan situasi pasca terputusnya akses jalur darat Jalan
Trans Papua yang menghubungkan Jayapura dan Wamena akibat bencana tanah longsor
yang terjadi pada 8 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Yalimo.
Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan
yang mengguyur kawasan tersebut sejak 7 Februari 2026 pukul 17.00 WIT,
menyebabkan kondisi tanah labil dan memicu longsor di sejumlah titik ruas jalan
yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan peningkatan oleh PT Hutama Karya.
Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat enam titik longsor
yang mengakibatkan jalur Trans Papua tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua
arah. Titik tersebut berada di Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu yang mengalami
putus total, Jalan Tanjakan Yahuli yang juga terputus, ruas Jalan Area Camp 90
dan Camp 80 yang tertimbun material longsor, Jembatan Kali Kil yang hanyut
terbawa arus, serta ruas jalan di area Kampung Wara yang tertimbun longsoran
tanah.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito mengungkapkan,
kejadian ini menyebabkan terputusnya arus transportasi darat Jayapura-Wamena. Beberapa
kendaraan dilaporkan tertimbun material longsor, puluhan kendaraan lainnya
terjebak di sepanjang ruas jalan, serta satu unit truk roda enam berwarna
kuning dilaporkan hanyut di Kali Kil.
Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa
tersebut, sementara kerugian materil masih dalam proses pendataan.
"Saat longsor terjadi, material tanah menyeret
kendaraan hingga jatuh ke sungai. Beruntung, pengemudi bersama rekan sopir
lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tempat aman," pungkas Kombes Cahyo
dalam rilisnya kepada salampapua.com, Senin (9/2/2026).
Sejak Minggu siang, sambungnya, Polres Yalimo telah
melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Hutama Karya. Perusahaan telah
menginstruksikan para subkontraktor di sejumlah titik untuk segera menurunkan
alat berat guna melakukan evakuasi kendaraan yang terjebak serta pembersihan material
longsor di keenam lokasi terdampak.
"Proses evakuasi dan pembersihan material longsor masih
terus berlangsung dengan mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan,
mengingat kondisi tanah yang masih labil serta potensi longsor susulan akibat
cuaca yang masih fluktuatif,” ujarnya.
Kepolisian bersama pihak perusahaan juga telah memberikan
imbauan tegas kepada para pengguna jalan Trans-Papua dari arah Jayapura maupun
Wamena agar untuk sementara waktu tidak mendekati zona longsoran demi
keselamatan, sekaligus agar tidak menghambat proses evakuasi alat berat yang
sedang bekerja di lokasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui
jalur ini dan tidak mendekat ke titik longsor. Kondisi tanah masih labil dan
curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi
longsor susulan. Informasi pembukaan akses jalan akan kami sampaikan setelah
dinyatakan aman untuk dilalui,” tuturnya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy

