SALAM PAPUA (TIMIKA) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika
menetapkan sekitar 200 program usulan untuk tahun 2027 setelah melalui proses
seleksi ketat dari lebih dari 800 usulan yang masuk dalam Forum Perangkat
Daerah (FPD) Tahun 2026.
Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, menjelaskan bahwa
ratusan usulan tersebut disaring untuk memastikan program yang diprioritaskan
benar-benar berkualitas dan selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Dari sekitar 800 usulan yang masuk, kurang lebih 200 yang
diterima. Sisanya sekitar 500 masih ditolak atau dalam tahap verifikasi. Ini
bagian dari proses penyaringan agar program yang dipilih benar-benar
prioritas,” ujarnya kepada salampapua.com, Sabtu (28/3/2026).
Ia menegaskan, tingginya jumlah usulan yang tidak lolos
bukan berarti program tersebut tidak penting, melainkan perlu disesuaikan
dengan kebijakan pembangunan daerah, keterbatasan anggaran, serta skala
prioritas.
Menurut Timang, dari sejumlah agenda pembangunan yang telah
ditetapkan oleh Bupati Mimika, terdapat 17 program prioritas yang kemudian
difokuskan menjadi 12 sasaran utama. Fokus tersebut mencakup pembangunan dari
kampung ke kota, pemerataan layanan dasar, serta penguatan ekonomi lokal.
“FPD ini merupakan hasil dari Musrenbang. Di sini kita
mempertajam mana yang benar-benar menjadi prioritas untuk tahun 2027, jadi
tidak semua usulan bisa langsung diterima,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut seluruh program yang diusulkan
harus selaras dengan dokumen perencanaan daerah, seperti RPJMD serta visi dan
misi kepala daerah, agar pembangunan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Dalam perencanaan tersebut, isu konflik sosial juga menjadi
perhatian penting. Selain itu, pemberdayaan perempuan dan peningkatan
kesejahteraan keluarga turut masuk dalam fokus pembangunan.
“Isu konflik sosial ini harus menjadi perhatian bersama.
Begitu juga dengan pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga,” katanya.
Sektor pariwisata juga menjadi salah satu prioritas
pengembangan, dengan harapan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui
optimalisasi potensi lokal.
Timang menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam
proses perencanaan pembangunan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat
bekerja sendiri tanpa dukungan akademisi maupun tim asistensi dari tingkat
provinsi.
“Semua pihak harus terlibat. Pemerintah tidak bisa bekerja
sendiri. Kita juga melibatkan akademisi dan tim asistensi dari provinsi untuk
memberikan masukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini merupakan fase awal masa
kepemimpinan daerah, sehingga berbagai program masih dalam tahap penyesuaian.
Meski demikian, pihaknya optimistis hasil pembangunan akan mulai terlihat dalam
beberapa tahun ke depan.
Dengan dukungan dana Otonomi Khusus (Otsus), Pemkab Mimika
memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan, selama pengelolaannya
dilakukan secara tepat sasaran dan akuntabel.
“Intinya, semua program harus sejalan dengan visi
pembangunan daerah dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Itu yang
menjadi tujuan utama,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

