SALAM PAPUA (TIMIKA) - Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) untuk tahun 2027 menghasilkan 44 usulan program strategis untuk mempercepat kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Usulan program strategis ini memiliki empat sektor utama yang diprioritaskan yakni pendidikan, ekonomi kerakyatan, kesehatan, dan infrastruktur, mencerminkan strategi pembangunan yang seimbang antara peningkatan kualitas hidup dan penguatan fondasi ekonomi.

Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Santy Sondang menyampaikan, ada tiga pilar utama yang harus tercermin dalam RKPD 2027 hasil Musrenbang Otsus ini adalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.

“Kepada OPD pengampu dana Otsus agar akurasi data harus diperhatikan supaya  penerima manfaat program Otsus adalah mereka mereka yang benar-benar berhak berdasarkan data by name by address,” ujarnya saat menutup Musrenbang Otsus, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Horison Ultima, Timika, Selasa sore (31/3/2026).

Selain itu, transparansi juga diperlukan agar pengelolaan setiap rupiah dana Otsus dengan penuh tanggungjawab dan memastikan tidak ada program yang tumpang tindih.

"Dan sinkronisasi hasil Musrenbang ini harus selaras dengan rencana pembangunan provinsi dan pusat, agar dampaknya terasa nyata," harapnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bappeda Mimika, Izak Rahajaan dalam laporannya menyampaikan, hasil diskusi kelompok terarah (FGD) dan pleno adalah prioritas program yang disepakati untuk dibiayai melalui dana Otsus.

Untuk sektor pendidikan diprioritaskan pada pemberian beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa asli daerah dan rehabilitasi sarana pendidikan di wilayah terpencil.

“Sementara sektor kesehatan diprioritaskan pada peningkatan layanan kesehatan dasar (Puskesmas) dan gizi masyarakat. Dan program pencegahan stunting serta layanan kesehatan keliling,” tuturnya.

Sedangkan, di sektor ekonomi kerakyatan diprioritaskan pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal. Serta bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan bagi kelompok masyarakat.

“Untuk sektor infrastruktur diprioritaskan pada penyediaan sarana air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat,” jelasnya.

Diharapkan bagi semua pihak agar mendukung semua usulan dapat dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan, tepat waktu, dan efisiensi agar tidak terjadi Silpa yang akan berdampak pada penerimaan dana transfer ke daerah.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy