SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kini akan dievaluasi untuk memastikan pelaksanaannya sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) program MBG Kabupaten Mimika sekaligus Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan evaluasi dilakukan guna memastikan seluruh SPPG menjalankan program sesuai standar dari Badan Gizi Nasional.

“SPPG di Kota Timika sudah berjalan cukup baik, meskipun saat ini masih terpusat di wilayah kota. Kami ingin memastikan apakah program MBG ini telah memenuhi standar yang ditentukan. Selain itu, kami juga ingin melihat apakah kebutuhan gizi anak-anak sudah terpenuhi sesuai yang diharapkan,” ujar Kemong, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi akan dilakukan dengan meninjau langsung dapur SPPG. Hal ini penting karena masih terdapat dapur yang bersifat sementara, sementara sebagian lainnya sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Pemanfaatan dapur harus dipastikan terlebih dahulu. Kita lihat yang sudah ada sekarang. Jika memang perlu ditambah, tentu akan kita dukung melalui program pemerintah karena ke depan program ini harus diperluas. Saat ini pelaksanaannya masih berputar di wilayah kota,” jelasnya.

Kemong menambahkan, setelah evaluasi SPPG di wilayah Kota Timika selesai dilakukan, program MBG direncanakan akan diperluas hingga ke sekolah-sekolah di wilayah pesisir dan pedalaman Kabupaten Mimika.

Menurutnya, dalam penerapan di wilayah tersebut, pemerintah daerah akan memanfaatkan sumber daya alam setempat sebagai bahan pangan yang disesuaikan dengan standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

“Di wilayah pesisir dan pedalaman, kita akan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di daerah tersebut dan menyesuaikannya dengan standar yang sudah ditetapkan oleh BGN, sehingga manfaat gizinya tetap bisa dirasakan oleh anak-anak sekolah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan semata untuk menilai baik atau buruknya pelaksanaan program, tetapi lebih pada memastikan seluruh SPPG menjalankan program sesuai pedoman yang telah ditetapkan.

“Kami baru melakukan rapat awal untuk memastikan program ini sedang berjalan. Evaluasi ini bukan untuk menilai baik atau tidaknya, tetapi memastikan pelaksanaannya berpatok pada standar dari BGN. Standar itulah yang harus dijalankan dan dipastikan oleh setiap SPPG,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi