SALAM PAPUA (TIMIKA) - Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dengan tegas mengkritik pelaksanaan kegiatan AI Ignition Road to Timika yang rencananya akan berlangsung di Hotel Horison Diana Timika, pada 30 April 2026.

Menurut Gubernur Meki Nawipa, kebutuhan utama generasi muda di Provinsi Papua Tengah saat ini bukanlah pendidikan berbasis AI melainkan pendidikan dasar untuk mengatasi persoalan buta aksara. Banyak anak-anak Papua yang saat ini masih membutuhkan kemampuan dasar membaca dan menulis sebagai fondasi utama pendidikan.

“Anak-anak Papua saat ini hanya butuh bisa membaca dan menulis. Pendidikan AI itu belum terlalu penting untuk generasi Papua Tengah saat ini,” tegas Meki Nawipa saat membuka kegiatan Musrenbang di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (27/4/2026).

Bahkan Gubernur Meki Nawipa mengaku bahwa dirinya tidak akan menghadiri kegiatan tersebut.

“Acara itu nanti saya tidak akan hadir,” tegasnya.

Kegiatan AI Ignition Road to Timika ini diketahui akan digelar dengan agenda memperkenalkan masa depan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke Tanah Papua serta membahas potensi AI di era transformasi digital.

Sambutan pembuka direncanakan disampaikan oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua, Velix Wanggai.

Tampak dalam flyer kegiatan yang beredar, kegiatan ini didukung oleh PT Freeport Indonesia dan Grasberg Academy sebagai local partner.

Saat ini, panitia AI Ignition Road to Timika telah menutup pendaftaran lebih awal, dengan alasan pendaftar yang membludak.

Penulis/Editor: Jimmy