SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) Kabupaten Mimika menemukan hanya satu agen yang masih aktif
menjual Liquefied Petroleum Gas (LPG) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak)
terhadap tiga agen penyalur, Sabtu (4/4/2026).
Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani,
mengatakan dua agen lainnya belum melakukan penjualan karena stok masih dalam
proses pengiriman.
“Dari hasil sidak, hanya satu agen di Nawaripi yang masih
melakukan penjualan. Sementara agen di SP 2, stok akan masuk pada 7 April 2026
sebanyak 884 tabung 12 kg, 210 tabung 5,5 kg, dan 110 tabung ukuran 50 kg,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, agen di Nawaripi tidak mendistribusikan LPG
ke outlet lain guna mengantisipasi potensi permainan harga. Penjualan dilakukan
langsung di gudang dengan pembatasan maksimal satu tabung per rumah tangga.
Berdasarkan data per 2 April, stok LPG di agen tersebut
masih tersedia, yakni 2.434 tabung ukuran 5,5 kg, 2.301 tabung 12 kg, dan 533
tabung 50 kg. Disperindag memastikan harga jual seluruh ukuran LPG masih stabil
dan tidak mengalami kenaikan.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan stok seolah kosong
karena pembatasan penjualan yang sudah diberlakukan sejak pagi hari.
Dalam sidak tersebut, Disperindag juga melakukan tera ulang
atau pengukuran tabung gas untuk memastikan kesesuaian isi. Hasilnya, ditemukan
sejumlah tabung dengan isi kurang yang telah dipisahkan oleh pihak agen.
“Tabung dengan isi kurang dijual dengan harga lebih rendah
dari harga normal,” jelasnya.
Disperindag menegaskan akan terus melakukan pengawasan guna
memastikan distribusi LPG berjalan lancar serta mencegah praktik kecurangan di
lapangan.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

