SALAM PAPUA (TIMIKA) – Delapan titik longsor terjadi di kawasan Waa Banti, Mimika, yang menyebabkan akses jalan utama warga terputus.

Pemerintah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia bergerak cepat melakukan penanganan darurat, termasuk upaya penyambungan kembali akses jalan serta pengamanan fasilitas vital seperti Rumah Sakit Waa Banti yang sempat terancam abrasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Mimika, Bertran Puhili, mengatakan tim gabungan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

“Hasil kunjungan bersama tim, kami menemukan terdapat delapan titik longsor di wilayah Waa Banti,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini akses jalan menuju Waa Banti masih terputus. Namun, pihak PT Freeport Indonesia tengah berupaya menyambungkan kembali jalur tersebut.

“Koordinasi dengan PTFI berjalan baik. Mereka menargetkan dalam waktu empat hari akses utama sudah bisa tersambung kembali,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Mimika belum mengambil langkah teknis lanjutan karena masih menunggu arahan dari pimpinan daerah.

“Untuk langkah teknis, kami masih menunggu arahan dari Bupati,” tambahnya.

Pemkab Mimika berharap penanganan darurat ini dapat segera memulihkan akses masyarakat sekaligus mencegah dampak lanjutan akibat longsor di kawasan tersebut.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi