SALAM PAPUA (TIMIKA) - Modestus Arpikini, peserta beasiswa
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro sebagai pengelola dana
kemitraan PTFI, berhasil lolos masuk Politeknik Kelautan dan Perikanan
Sidoarjo.
Ia bercita-cita melanjutkan studi ke Jepang untuk
memperdalam ilmu perikanan dan teknologi kelautan.
Modestus merupakan anak Kamoro yang mengawali pendidikan di
SD YPPK Akar, Distrik Mimika Barat Tengah, kemudian melanjutkan ke SMP YPPK Le
Cocq D’Armandville Kokonao. Setelah itu, ia sempat menempuh pendidikan di SMK
Tunas Bangsa Pariwisata Timika selama dua tahun sebelum menyelesaikan
pendidikan di SMK St. Yohanis Don Bosco Timika.
“Setelah lolos SMA saya tidak niat untuk berkuliah, karena
saya mau bantu bapa dan mama di kampung cari uang. Saya mau pulang saja di
kampung, karena tinggal saya saja yang ada untuk mama,” ujarnya saat zoom
meeting bersama media, Senin (25/5/2026).
Namun sebelum pulang ke kampung, namanya didaftarkan sebagai
peserta beasiswa YPMAK oleh suster pembina asrama tanpa sepengetahuannya. Dari
situlah, ia mulai mengikuti seluruh proses seleksi hingga akhirnya diterima di
Politeknik KP Sidoarjo.
Politeknik tersebut merupakan perguruan tinggi vokasi di
bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berlokasi di Jalan
Raya Buncitan No. 1, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
“Tiba-tiba nama saya masuk dalam YPMAK, saya kaget ternyata
suster yang masukkan nama saya. Akhirnya saya ikuti semua proses untuk kuliah,
pengalaman yang tidak terlupakan saat naik pesawat ke Surabaya. Itu pengalaman
pertama saya, saya sempat pusing saat naik pesawat,” jelas Modestus sambil
tertawa.
Selama menempuh pendidikan di Politeknik KP Sidoarjo,
Modestus mengaku mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari pendidikan akademik,
pelatihan, hingga pembinaan keagamaan.
Bahkan, meski baru satu tahun menempuh pendidikan, taruna
tingkat satu tersebut berhasil meraih Medali Emas Juara 1 Olimpiade PPKN
Tingkat Nasional.
“Saya baru belajar selama satu tahun, tapi dengan
kepercayaan diri saya mendaftar dalam Olimpiade PPKN Tingkat Nasional. Puji
Tuhan saya berhasil meraih juara 1. Tidak mudah mengikuti Olimpiade ini, karena
dibutuhkan jawaban yang benar dan kecepatan waktu yang sangat cepat,”
ungkapnya.
Dengan pencapaian tersebut, Modestus bercita-cita
melanjutkan karier dan pendidikan ke Jepang seperti senior-senior sebelumnya.
Ia juga ingin membuktikan bahwa anak-anak Mimika mampu bersaing dan
berprestasi.
“Kalau Tuhan menghendaki, saya bercita-cita melanjutkan
karier di Jepang seperti angkatan sebelumnya. Saya ingin membuktikan bahwa kami
anak Mimika juga bisa. Bahkan kalau saya kembali ke Timika, saya akan berusaha
membangun tambak udang di kampung,” katanya.
Di akhir wawancara, Modestus menyampaikan rasa terima kasih
kepada YPMAK atas kesempatan yang diberikan kepadanya. Ia juga mengajak
generasi muda Mimika agar tidak takut berkembang dan menunjukkan kemampuan
diri.
“Saya sangat berterima kasih kepada YPMAK. Saya akan
memberikan yang terbaik dan membanggakan YPMAK yang telah membiayai kami di
sini. Saya harap teman-teman di Timika juga jangan takut tampil dan berkembang,
karena rasa takut itu akan membuat kita ketinggalan,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

