Duel Klasik Inggris Vs Argentina Kembali Tersaji Di Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Melaju Ke Final? Ilustrasi laga Inggris Vs Argentina pada Semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu, 15 Juli 2026Pukul 20.00 waktu setempat (Amerika Serikat) di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat (Salampapua.com/Jeverson Ferre)

Duel Klasik Inggris Vs Argentina Kembali Tersaji Di Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Melaju Ke Final?

SALAM PAPUA (TIMIKA)- Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina dipastikan menjadi salah satu laga paling dinantikan pecinta sepak bola dunia. Bukan sekadar perebutan tiket menuju final, duel ini juga mempertemukan dua negara yang memiliki rivalitas panjang dengan sejarah penuh drama di ajang Piala Dunia. Laga akan tersaji pada Rabu, 15 Juli 2026Pukul 20.00 waktu setempat (Amerika Serikat) di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat.

Inggris melangkah ke semifinal usai menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1, sementara juara bertahan Argentina memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan Swiss 3-1. Kedua tim datang dengan modal yang sama kuat, yakni lini depan yang tajam serta mental bertanding yang teruji sepanjang turnamen.

Rekor Pertemuan

Secara keseluruhan, Inggris dan Argentina telah bertemu 14 kali di semua kompetisi internasional.

Rekor pertemuan:

Inggris menang: 6 kali

Argentina menang: 2 kali

Imbang: 5 kali

Satu hasil imbang berakhir dengan kemenangan Argentina melalui adu penalti di Piala Dunia 1998.

Khusus di Piala Dunia, kedua negara telah beberapa kali menghadirkan pertandingan legendaris, mulai dari perempat final 1966, gol "Hand of God" dan gol solo Diego Maradona pada 1986, duel adu penalti pada 1998, hingga kemenangan Inggris 1-0 melalui penalti David Beckham pada 2002. Secara statistik, Inggris masih unggul dalam rekor pertemuan, tetapi Argentina lebih sering sukses melaju jauh ketika mengalahkan Inggris di Piala Dunia.

Prediksi Formasi

Inggris (4-2-3-1)

Jordan Pickford; Trent Alexander-Arnold, Marc Guéhi, John Stones, Luke Shaw; Declan Rice, Kobbie Mainoo; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Phil Foden; Harry Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel

Formasi ini memberi keseimbangan antara penguasaan bola dan serangan cepat melalui kedua sisi lapangan. Jude Bellingham menjadi motor permainan di belakang Harry Kane.

Argentina (4-3-3)

Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Nicolás Tagliafico; Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julián Álvarez, Lautaro Martínez.

Pelatih: Lionel Scaloni

Argentina diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola, kombinasi umpan pendek, serta kreativitas Messi untuk membuka ruang bagi Julián Álvarez dan Lautaro Martínez.

Kelebihan Inggris

Inggris tampil sebagai salah satu tim paling komplet di turnamen ini. Lini tengah yang dihuni Declan Rice dan Jude Bellingham mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang.

Kecepatan Bukayo Saka serta ketajaman Harry Kane menjadi senjata utama ketika melakukan transisi menyerang. Selain itu, skuad Inggris memiliki kedalaman pemain yang memungkinkan Thomas Tuchel melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas permainan.

Kelemahan Inggris

Meski produktif, Inggris beberapa kali lambat saat menghadapi serangan balik cepat. Koordinasi lini belakang juga masih menjadi perhatian, terutama ketika bek sayap terlalu agresif membantu serangan sehingga meninggalkan ruang kosong di sisi lapangan.

Kelebihan Argentina

Sebagai juara bertahan, Argentina memiliki pengalaman bermain di laga-laga besar. Lionel Messi tetap menjadi otak permainan yang mampu menciptakan peluang dari situasi sulit.

Selain itu, lini tengah yang diisi Enzo Fernández, Rodrigo De Paul, dan Alexis Mac Allister dikenal sangat disiplin dalam menjaga ritme permainan. Argentina juga memiliki penyelesaian akhir yang tajam melalui Julián Álvarez dan Lautaro Martínez.

Kelemahan Argentina

Pertahanan Argentina terkadang kesulitan menghadapi tim yang bermain dengan tempo tinggi. Dalam beberapa pertandingan fase gugur, mereka juga membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan kemenangan, menunjukkan bahwa efektivitas penyelesaian peluang belum selalu konsisten.

Pemain Kunci

Inggris

Harry Kane menjadi ujung tombak sekaligus eksekutor bola mati.

Jude Bellingham tampil luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi pemain paling berpengaruh di lini tengah.

Bukayo Saka berpotensi menjadi pembeda melalui kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu.

Argentina

Lionel Messi tetap menjadi kreator serangan utama.

Julián Álvarez memiliki mobilitas tinggi dan sangat berbahaya di kotak penalti.

Lautaro Martínez menjadi target man yang efektif memanfaatkan umpan silang maupun bola terobosan.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Pertandingan diperkirakan berlangsung ketat sejak menit awal. Inggris kemungkinan akan lebih agresif menekan melalui pressing tinggi dan serangan cepat dari kedua sayap. Sebaliknya, Argentina akan berusaha mengendalikan tempo permainan melalui penguasaan bola dan memanfaatkan kecerdikan Messi dalam membangun serangan.

Inggris diprediksi unggul tipis dalam penguasaan bola sekitar 52 persen, sedangkan Argentina 48 persen. Namun, Argentina berpotensi lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.

Prediksi Skor

Melihat performa kedua tim sepanjang turnamen, laga diperkirakan berlangsung sengit hingga babak kedua.

Prediksi skor akhir: Inggris 1-2 Argentina.

Harry Kane diprediksi mencetak gol bagi Inggris, sedangkan Julián Álvarez dan Lionel Messi berpeluang menjadi pencetak gol untuk Argentina.

Dengan pengalaman sebagai juara bertahan, kematangan taktik Lionel Scaloni, serta kemampuan Argentina tampil efektif di laga besar, Albiceleste dinilai memiliki peluang sedikit lebih besar untuk melaju ke final. Namun, jika Inggris mampu memaksimalkan kecepatan transisi dan mematikan pergerakan Messi, The Three Lions juga memiliki kans besar menciptakan kejutan dalam salah satu semifinal paling bergengsi dalam sejarah Piala Dunia. (Dikutip Dari Berbagai Sumber)

Editor: Sianturi