SALAM PAPUA (NABIRE) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah
memastikan distribusi bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia ke
wilayah pegunungan, khususnya Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, dilakukan
melalui skema khusus dengan mempertimbangkan kondisi geografis.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan
Provinsi Papua Tengah, Rafael Heri Nugroho menjelaskan, untuk kedua wilayah
tersebut proses distribusi tidak dilakukan dengan mengirim sapi hidup.
“Untuk Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya, pemotongan hewan
kurban akan dilakukan di masjid yang telah ditunjuk oleh panitia setempat.
Selanjutnya, daging kurban akan kami distribusikan menggunakan transportasi
udara,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurut Rafael, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah
efektif untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas sekaligus memastikan
kualitas daging tetap terjaga hingga diterima masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa sapi kurban yang disalurkan
merupakan hasil seleksi ketat, baik dari sisi bobot maupun kesehatan. Seluruh
hewan telah melalui pemeriksaan dokter hewan dan tenaga kesehatan hewan sebelum
ditetapkan sebagai bantuan Presiden.
Rafael mengungkapkan, sapi yang digunakan untuk bantuan
tersebut memiliki bobot berkisar antara 500 hingga 900 kilogram, dengan
prioritas pada sapi berbobot besar sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.
Terkait alasan tidak melakukan pembelian sapi langsung di
wilayah Puncak dan Puncak Jaya, Rafael menjelaskan bahwa hasil verifikasi
menunjukkan ketersediaan sapi dengan kriteria yang ditetapkan lebih banyak
ditemukan di Kabupaten Nabire.
“Ke depan, tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan
seleksi di daerah setempat apabila memenuhi kriteria bobot dan kesehatan,”
jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan
panitia masjid dan pemerintah kabupaten setempat guna memastikan proses
distribusi berjalan lancar.
Diharapkan, bantuan hewan kurban tersebut dapat memberikan
manfaat bagi masyarakat di wilayah Puncak dan Puncak Jaya dalam merayakan Hari
Raya Iduladha 1447 Hijriah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian
sosial.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi

