Terima Aspirasi Warga Soal Operasional Lapter Hoya, Anggota DPR Papua Tengah Temui Dinas Perhubungan Mimika

Terima Aspirasi Warga Soal Operasional Lapter Hoya, Anggota DPR Papua Tengah Temui Dinas Perhubungan Mimika Suasana kunjungan Reses II Anggota Komisi IV DPR Papua Tengah, Peanus Uamang, SHI bersama masyarakat Distrik Hoya, Rabu (24/6/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pribadi Peanus Uamang, SHI)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari Komisi IV, Peanus Uamang, SHI, menindaklanjuti aspirasi masyarakat Distrik Hoya terkait belum beroperasinya lapangan terbang (lapter) yang telah selesai dibangun. Aspirasi tersebut diterimanya saat melaksanakan Reses II di Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (24/6/2026).

Peanus mengatakan, masyarakat mempertanyakan belum adanya penerbangan dari dan ke Hoya meskipun pembangunan lapter yang telah rampung.

“Saya melakukan kunjungan reses ke Distrik Hoya dan menerima aspirasi masyarakat terkait lapangan terbang yang sudah selesai dibangun, tetapi hingga kini belum dilakukan tes pendaratan (test landing),” ujar Peanus saat mengunjungi Redaksi Salampapua.com, Rabu (24/6/2026).

Foto bersama Anggota Komisi IV DPR Papua Tengah, Peanus Uamang bersama Kadis Perhubungan Mimika, Alfasiah dan jajarannya, Rabu (24/6/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pribadi Peanus Uamang) Foto bersama Anggota Komisi IV DPR Papua Tengah, Peanus Uamang bersama Kadis Perhubungan Mimika, Alfasiah dan jajarannya, Rabu (24/6/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pribadi Peanus Uamang)

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika,  Alfasiah, SSTP MSi untuk mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi.

Dari hasil pertemuan tersebut, Peanus memperoleh penjelasan bahwa Dinas Perhubungan sebelumnya telah berupaya melakukan peninjauan ke Hoya. Namun, dua kali upaya tersebut gagal dilaksanakan akibat cuaca buruk dan kondisi awan yang menutupi kawasan tersebut.

“Dinas Perhubungan sudah berusaha menindaklanjuti persoalan Lapter Hoya. Namun, karena faktor cuaca dan awan tebal, tim tidak dapat mencapai lokasi,” katanya.

Selain faktor cuaca, proses persiapan juga masih menunggu pilot yang biasa melayani rute tersebut kembali dari masa cuti. Setelah itu, sejumlah dokumen dan kelengkapan aset akan diverifikasi bersama Otoritas Bandara yang berkedudukan di Merauke, Papua Selatan.

Menurut Peanus, setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dipenuhi, tim akan kembali ke Hoya untuk melakukan pemeriksaan lapangan sebelum pelaksanaan tes pendaratan

“Mereka akan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi lapangan terbang sudah memenuhi standar. Setelah itu baru dilaksanakan tes landing,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam terhadap aspirasi masyarakat. Baik pemerintah maupun masyarakat memiliki harapan yang sama agar lapter tersebut segera beroperasi sehingga dapat membuka akses transportasi udara bagi warga Hoya.

Saat ini, warga Distrik Hoya masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Untuk membeli kebutuhan pokok di Timika, sebagian warga harus menyewa helikopter melalui kepala kampung, sementara lainnya berjalan kaki menuju Distrik Jila atau Distrik Tembagapura dengan waktu tempuh antara satu hingga dua hari.

“Harapan masyarakat sangat besar agar tes landing segera dilakukan sehingga langkah selanjutnya dapat diproses dan penerbangan ke Hoya bisa segera dibuka,” ujarnya.

Peanus menambahkan, Distrik Hoya saat ini dihuni sekitar 1.500 jiwa yang telah terdata. Jumlah tersebut belum termasuk warga asal Hoya yang berdomisili sementara di Timika maupun daerah lainnya.

Penulis/Editor: Sianturi