SALAM PAPUA (TIMIKA) – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mimika berhasil mengamankan satu orang tersangka terkait aksi tawuran berdarah di kawasan Bundaran Petrosea, yang terjadi pada Minggu dini hari (27/9/2026).
Insiden yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas ini berujung pada tragedi kemanusiaan. Seorang siswa kelas X SMK Negeri 1 Kuala Kencana tewas setelah tubuhnya tertembak panah wayer. Korban yang saat itu kebetulan melintas di lokasi, tiba-tiba menjadi sasaran empuk oleh kelompok yang sedang tawuran.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak membenarkan penangkapan tersebut dalam keterangan persnya pada Rabu sore (7/10/2026). Namun ia mengklarifikasi bahwa tersangka yang diamankan bukanlah eksekutor yang menyebabkan tewasnya siswa SMK tersebut.
"Satu orang sudah kami amankan, tetapi bukan pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia. Tersangka ini adalah orang yang memanah korban lain hingga mengalami luka serius di bagian kepala," jelas AKBP Alredo.
Selain satu tersangka yang telah diamankan, polisi juga tengah memeriksa empat orang lainnya yang diduga kuat terlibat dalam perkelahian massal tersebut. Untuk mengungkap identitas pasti pelaku yang melepaskan panah hingga merenggut nyawa pelajar tersebut, kepolisian akan menggelar rekonstruksi.
"Kami terus mendalami kasus ini, termasuk akan melakukan rekonstruksi kejadian untuk memastikan siapa-siapa saja yang terlibat langsung hingga menyebabkan korban meninggal dunia," tambahnya.
Alredo mengungkapkan bahwa aksi tawuran yang berujung maut ini dipicu oleh gesekan di media sosial. Provokasi bermula dari unggahan di akun Facebook yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang berisi ejekan dan memicu emosi salah satu kelompok.
"Pemicunya karena ada akun Facebook yang mengejek salah satu kelompok, sehingga memancing reaksi dan berujung pada aksi tawuran di dunia nyata," pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Jimmy