SALAM PAPUA (KENYAM) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Gay Murib, menegaskan pembayaran insentif pegawai perlu memprioritaskan mereka yang aktif menjalankan tugas dan berada di Kenyam. Penegasan tersebut disampaikan menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang turut memengaruhi kondisi keuangan daerah.
Hal itu disampaikan Gay Murib saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Nduga, Kenyam, Senin (2/11/2026). Apel tersebut dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) beserta jajaran pegawai.
Dalam arahannya, Gay Murib menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat di seluruh kabupaten dan kota berdampak pada kemampuan keuangan daerah. Sementara itu, kebutuhan belanja pemerintah daerah lebih besar daripada anggaran yang tersedia.
Suasana apel pagi bersama di halaman Kantor Bupati Nduga, Papua Pegunungan, Senin (2/11/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) Karena itu, ia meminta seluruh OPD segera menindaklanjuti tagihan yang telah disampaikan agar proses pembayaran dapat dilakukan sesuai ketersediaan anggaran.
“Kebutuhan belanja lebih besar dari anggaran yang ada. Sehingga, ketika ada tagihan, agar segera diajukan untuk proses pembayaran. Kita mau clear-kan sejak bulan Juni hingga September, kemudian kita hitung untuk sisa bulan terakhir ini. Insentif akan dibayar bagi yang aktif di Kenyam,” ujarnya.
Gay Murib secara khusus menegaskan bahwa pegawai yang telah berbulan-bulan berada di luar daerah tidak dapat disamakan dengan pegawai yang aktif menjalankan tugas di Kenyam dalam hal pembayaran insentif.
Suasana apel pagi bersama di halaman Kantor Bupati Nduga, Papua Pegunungan, Senin (2/11/2026)(Salampapua.com/Elea Worom) “Masak Bapak dan Ibu yang aktif di sini baru disamakan dengan yang tidak aktif dan berada di luar? Namun, aktif dan tidaknya para pegawai, pimpinan OPD yang tahu. Sehingga, kita benar-benar membayar yang berada di Kenyam. Soal kondisi keaktifan di kantor bisa kita sesuaikan, tetapi minimal berada di Kenyam,” tegasnya.
Ia berharap persoalan tagihan dan pembayaran dapat segera diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Namun, penyelesaian tersebut tetap harus memperhatikan ketersediaan anggaran agar dana yang ada tidak habis sebelum seluruh kebutuhan diperhitungkan.
“Kami tetap tegas. Tanggung jawab dan kewajiban harus tetap berjalan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap diaktifkan seperti biasa,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Gay Murib juga mengapresiasi kehadiran pegawai dalam apel pagi. Ia menyebutkan jumlah pegawai yang hadir pada apel kali ini relatif sama dengan pekan sebelumnya.
Ia kembali mengingatkan pimpinan OPD agar menindaklanjuti tagihan yang telah disampaikan sejak dua pekan lalu. Menurutnya, pimpinan OPD memiliki peran penting dalam memastikan pengajuan pembayaran didasarkan pada data pegawai yang benar-benar aktif dan berada di Kenyam
“Kendalanya di mana, OPD atau keuangan? Ini sebenarnya gampang, sebab para pimpinan OPD bisa mengajukan sesuai data para pegawai yang benar-benar ada di Kenyam. Itu saja. Seperti biasa, tidak ada aturan tambahan. Tinggal ajukan, dan kami tahu siapa yang benar-benar hadir,” terangnya.
Penulis/Editor: Sianturi