SALAM PAPUA (TIMIKA) - Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport
Indonesia (PTFI).
Salah satunya melalui Program Kampung, YPMAK mendorong
masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan ekonomi di wilayah
kampung.
Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi sekaligus
pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung Tahun 2026 yang dilaksanakan
di Jalan Tituka, Kampung Tiwaka, Distrik Mimika Timur Tengah, Kabupaten Mimika,
Provinsi Papua Tengah.
Dalam kegiatan tersebut, tim Program Pemberdayaan YPMAK yang
hadir antara lain Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Febri Sianipar, Julius Cenawatme
dan Dwi Iksan Kanang, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme
program kampung sekaligus pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan
kegiatan.
Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang menjelaskan
bahwa Program Kampung bertujuan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus
meningkatkan pendapatan keluarga di tingkat kampung.
“Di setiap kampung kami selalu sampaikan bahwa masyarakat
harus bekerja terlebih dahulu, baru kemudian menerima upah dari pekerjaan
tersebut. Tujuannya agar kegiatan berjalan dengan baik dan manfaatnya bisa
dirasakan bersama,” ujarnya dalam rilis yang diterima salampapua.com, Kamis
(12/3/2026).
Ia menjelaskan, masa kerja Pokja Program Kampung tahun 2026
berlangsung selama delapan bulan. Karena itu, setiap kegiatan diharapkan dapat
berjalan sesuai rencana dan laporan pertanggungjawaban (LPJ) disampaikan tepat
waktu.
Selain itu, Pokja juga diminta untuk membuat papan informasi
kegiatan di lokasi kerja agar masyarakat dapat mengetahui jenis kegiatan yang
dilakukan serta penggunaan anggaran secara terbuka.
“Setiap kegiatan harus ada papan informasi yang menjelaskan
pekerjaan apa yang dilakukan dan berapa dana yang digunakan, sehingga
masyarakat bisa mengetahui secara jelas,” jelas Dwi.
Dwi mengungkapkan bahwa setiap Pokja kampung memperoleh
anggaran sebesar Rp 300 juta. Dari jumlah tersebut, Rp 240 juta dialokasikan
untuk program kegiatan masyarakat, sementara Rp 60 juta digunakan untuk biaya operasional.
“Kami tegaskan dana harus dikelola secara bertanggung jawab,
jika ditemukan penyalahgunaan dana ataupun kegiatan tidak berjalan sesuai
rencana, maka program akan diberhentikan,” ungkapnya.
Untuk memastikan program berjalan dengan baik, YPMAK juga
akan melakukan monitoring secara berkala terhadap kegiatan Pokja di setiap
kampung.
Sementara itu, Sekretaris Kampung Tiwaka, Apolos Ikikitaro
turut menyampaikan laporan penggunaan dana Program Kampung tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan,
antara lain pengadaan tiga unit motor Johnson, dua unit perahu kecil, 50 buah
jaring, 50 perangkap kepiting serta pengadaan papan tripleks untuk kebutuhan
gereja.
“Semua pekerjaan yang dilakukan telah disesuaikan dengan
rencana anggaran biaya yang disepakati bersama,” tuturnya.
Kepala Kampung Tiwaka, Julianus Amatimukata menyampaikan
apresiasi kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat melalui
program tersebut.
Menurutnya, program kampung memberikan manfaat nyata karena
masyarakat dapat bekerja sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
“Kami sangat senang karena masyarakat bisa bekerja bersama
membangun kampung dan mendapatkan upah dari pekerjaan yang dilakukan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Staf Divisi Ekonomi YPMAK,
Julius Cenawatme yang menilai Kampung Tiwaka sebagai salah satu kampung yang
memiliki komitmen baik dalam pelaksanaan Program Kampung.
“Ketua Pokja sebelumnya bekerja dengan baik. Jika nanti ada
pemilihan baru, kami berharap program yang sudah berjalan dapat terus
dilanjutkan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga diberikan
kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta memilih pengurus Pokja yang akan
menjalankan program kampung tahun 2026.
Melalui musyawarah bersama aparat kampung, tokoh masyarakat,
tokoh agama, perempuan dan pemuda, akhirnya disepakati susunan pengurus Pokja
Kampung Tiwaka Tahun 2026 yakni Ketua Pokja Apolos R. Ikikitaro, Sekretaris
Lirbanus Emeyau, Bendahara Klasina Mipitapo, serta anggota Yosafat Emeyau dan
Beni Moyau.
Pembentukan Pokja ini diharapkan mampu menjadi motor
penggerak pemberdayaan masyarakat di Kampung Tiwaka, sekaligus memastikan
program kampung dengan anggaran Rp 300 juta dapat berjalan secara transparan,
partisipatif, dan memberi manfaat nyata bagi warga.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

