SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, Muchammad Nafiek, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Menurutnya, keberhasilan operasional bandara tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan bandara tetap aman dan tertib.

“Kami di Bandara Timika terus berkoordinasi dengan pihak keamanan. Sistem keamanan sudah sangat memadai, namun masyarakat harus menyadari pentingnya aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujar Nafiek saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengungkapkan, pihaknya masih mendapati beberapa kasus penumpang membawa busur dan anak panah dalam penerbangan perintis. Meski demikian, kondisi tersebut masih bisa ditangani karena berkaitan dengan adat Papua yang masih kental di Timika.

“Di Timika ini adatnya masih kuat, masyarakat sering membawa busur atau anak panah, terutama dalam penerbangan perintis. Namun hal itu tetap bisa kita tangani,” jelasnya.

Nafiek berharap masyarakat memahami bahwa bandara merupakan kawasan vital yang harus bebas dari gangguan, barang terlarang, maupun aktivitas yang tidak sesuai aturan.

Ia juga mengajak semua pihak untuk bersinergi menjaga standar keselamatan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan bukan hanya tanggung jawab pihak bandara, tetapi juga seluruh elemen, termasuk tokoh adat yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi