SALAM PAPUA (TIMIKA)- Behaviorisme adalah salah satu teori
dalam psikologi yang menjelaskan bahwa perilaku manusia terbentuk dari
interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam pendekatan ini, yang diperhatikan
bukan isi pikiran atau emosi yang sulit diukur, melainkan perilaku nyata yang
bisa dilihat dan diamati.
Behaviorisme adalah pendekatan yang melihat bagaimana
seseorang bereaksi terhadap rangsangan dari luar, seperti pujian, aturan, atau
konsekuensi tertentu. Cara pandang ini membuat teori behaviorisme sering
diterapkan dalam dunia pendidikan, pengasuhan anak, pelatihan keterampilan,
sampai terapi perilaku.
Apa Itu Behaviorisme?
Behaviorisme adalah pendekatan yang menilai perilaku
berdasarkan apa yang bisa dilihat dan diamati secara langsung. Dalam teori ini,
tindakan nyata seperti kebiasaan, respons, atau cara seseorang bertindak
menjadi fokus utama, sehingga lebih mudah diamati secara objektif dibandingkan
pikiran atau perasaan.
Selain itu, behaviorisme juga menekankan peran lingkungan
dalam membentuk perilaku. Pengalaman sehari-hari, aturan yang diterapkan, serta
respons dari orang sekitar dapat memengaruhi bagaimana seseorang bersikap dan
bereaksi dalam berbagai situasi.
Dalam behaviorisme, perilaku juga cenderung terbentuk
melalui proses penguatan, misalnya melalui hadiah atau pujian. Saat suatu
tindakan diikuti konsekuensi yang menyenangkan, perilaku tersebut biasanya akan
diulang. Sebaliknya, jika diikuti oleh konsekuensi yang tidak menyenangkan,
perilaku itu bisa berkurang secara perlahan.
Behaviorisme dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan behaviorisme adalah sesuatu yang sebenarnya sangat
dekat dengan aktivitas harian. Berikut ini adalah beberapa penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari:
Pendidikan dan pengasuhan anak
Dalam pendidikan dan pengasuhan, behaviorisme digunakan
untuk membantu anak memahami perilaku mana yang diharapkan melalui respons yang
konsisten. Pujian, perhatian, atau hadiah sederhana dapat menjadi penguat
positif agar anak mengulangi perilaku baik.
Selain itu, aturan yang jelas dan konsekuensi yang mendidik
membantu anak belajar mengenai batasan. Dengan cara ini, anak dapat mengaitkan
tindakannya dengan dampak yang muncul, sehingga proses belajar menjadi lebih
terarah.
Kebiasaan sehari-hari
Behaviorisme adalah pendekatan yang juga sering dimanfaatkan
untuk membangun kebiasaan sehari-hari. Contohnya, menetapkan target kecil dan
memberikan penghargaan saat berhasil dapat meningkatkan motivasi untuk
mempertahankan perilaku sehat.
Di sisi lain, mengurangi pemicu yang tidak mendukung,
seperti kebiasaan begadang atau konsumsi makanan tidak sehat, juga merupakan
bagian dari pengelolaan perilaku. Lingkungan yang mendukung akan memudahkan
seseorang mempertahankan perubahan positif.
Dalam dunia kerja, prinsip behaviorisme diterapkan untuk
mendorong kinerja dan kedisiplinan karyawan. Sistem penilaian, bonus, atau
apresiasi menjadi bentuk penguatan yang dapat meningkatkan semangat kerja.
Terapi perilaku
Dalam konteks terapi, behaviorisme digunakan untuk membantu
individu mengubah perilaku yang dirasa mengganggu. Pendekatan ini berfokus pada
pembelajaran respons baru yang lebih adaptif melalui latihan bertahap.
Prinsip ini juga menjadi dasar bagi berbagai terapi modern,
termasuk Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Terapi tersebut membantu individu
mengenali hubungan antara perilaku, pikiran, dan respons emosional secara lebih
sehat.
Walaupun behaviorisme adalah teori yang banyak memberikan
manfaat, pendekatan ini tetap memiliki keterbatasan. Pasalnya, teori ini tidak
sepenuhnya membahas peran emosi dan pikiran yang juga dapat memengaruhi
perilaku seseorang. (Alodokter)
Editor: Sianturi


