SALAM PAPUA (EDITORIAL) – Setelah dilantik Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa pada 25 Maret 2025 lalu, Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, telah genap satu tahun memimpin Kabupaten Mimika pada 25 Maret 2026 ini. Pelantikan itu pun menjadi salah satu momentum sejarah, saat Provinsi Papua Tengah memiliki seorang Gubernur definitif pertama.

Duet Kamoro-Amungme yang di masa kampanye dikenal dengan akronim JOEL ini, pada satu tahun kepemimpinannya ini memang sepak terjangnya tidak terlalu tajam dan belum signifikan dirasakan langsung oleh masyarakat di tanah Amungsa.

Namun, sepak terjang yang tidak terlalu tajam dan belum signifikan, bukan berarti tidak ada sama sekali.

Tetap harus diakui dan perlu diberi apresiasi. Terdapat beberapa indikator yang telah dihasilkan JOEL yang bernafaskan pembangunan daerah “dari desa ke kota” dalam satu tahun ini, baik pembenahan birokrasi, infrastruktur, pengembangan SDM, ekonomi, maupun penguatan regulasi berbasis kebutuhan daerah (lokal).

Ini tidak mudah dan bukan semuanya merupakan karya untuk melanjutkan dari kepemimpinan sebelumnya. Ada juga hasil karya inovasi JOEL di dalamnya.

Disebut tidak mudah, karena di awal pemerintahannya, selain harus berpikir keras mencari solusi dari beberapa permasalahan warisan dari kepemimpinan sebelumnya, JOEL juga masih harus berjalan dengan tim kerja bawaan kepemimpinan sebelumnya, yang dirasa-rasa tidak semuanya di dalam tim tersebut setuju dengan kebijakan dan arahan kepemimpinan JOEL.

Karena seorang pemimpin yang berhasil, ditentukan oleh tim kerja (team work) yang kompatibel dengan pekerjaannya dan yang terutama, mendukung visi-misi pemimpinnya.

Itulah sebabnya, jika mencoba melihat perjalanan kepemimpinan JOEL selama satu tahun ini, yang bisa dikatakan masih konsisten dengan statement Bupati Johannes Rettob setelah serah terima jabatan dari Pj Bupati sebelumnya, bahwa yang paling kuat dirasakan adalah terkait pembenahan birokrasi di tubuh internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab Mimika).

Sebagai seorang mantan pejabat birokrasi, seorang Bupati Mimika yang akrab disapa John Rettob ini, tampak mengambil langkah perbaikan birokrasi melalui jalur ketat yang dituntut oleh aturan birokrasi itu sendiri. Walaupun ada cukup banyak oknum, baik pejabat dan pegawai ASN yang berada di lingkup Pemkab Mimika, tokoh-tokoh di masyarakat, maupun masyarakat di lapisan terbawah, yang cukup gelisah perombakan struktural di tubuh Pemkab Mimika begitu lama dilakukan. Tapi itulah Bupati John Rettob, tidak mau menghantam tembok larangan birokrasi meskipun untuk sebuah kepentingan universal.

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan: Transformasi Menuju Mimika Maju dan Inklusif

Pada acara syukuran satu tahun kepemimpinan, pada Rabu (25/3/2026), yang digelar di gedung Eme Neme Yauware, JOEL mengambil tema “Transformasi Menuju Mimika Maju dan Inklusif.”

Tentu JOEL sangat sadar mengambil tema ini, yang bukan sekedar retorika, tapi ini adalah sebuah refleksi dan sekaligus harapan.

Kata “transformasi” tidak sama dengan “reformasi.” Reformasi adalah perubahan yang begitu drastis dari bentuk yang satu ke bentuk baru yang sama sekali berbeda dari bentuk sebelumnya. Sementara transformasi, yang berasal dari kata Yunani metamorfo’o yang kemudian turunan katanya menjadi metamorfose (seperti: ulat – kepompong – kupu-kupu), berarti perubahan dari suatu bentuk yang memiliki entitas yang sama namun kemudian berubah menjadi bentuk yang lebih baik dan indah dilihat.

Apalagi di dalam tema tersebut terdapat juga kata inklusif. Kata ini bukan hanya berarti terbuka pada berbagai perbedaan demi sebuah harmonisasi, tapi juga makna mendalamnya adalah mau mengikutsertakan semua pihak, yang dalam konteks Mimika, semua pihak yang berada di dalam “Mimika Rumah Kita,” dengan berbagai latar belakang dan kondisinya. Sementara tujuan dari inklusif ini adalah untuk membuat semua pihak yang berada di dalam, sebut saja di dalam “Mimika Rumah Kita,” mengalami kemajuan yang sama dan merata.

Jadi dapat diambil pesan kuat JOEL dari tema tersebut, bahwa dalam kepemimpinannya, JOEL akan mengambil langkah-langkah berani untuk membuat perubahan yang berujung pada kehidupan masyarakat Kabupaten Mimika yang lebih baik dari sebelumnya, masyarakat yang sejahtera secara merata, yang mana sejahtera itu bukan hanya dirasakan masyarakat pendatang, tapi juga dirasakan masyarakat lokal, yakni masyarakat Amungme, Kamoro (Mimika Wee), dan 5 suku kekerabatan lainnya.

Di sini JOEL berhadapan dengan fakta dan tantangan yang begitu besar saat melihat ketimpangan ekonomi yang masih menjadi wajah Kabupaten Mimika saat ini, antara masyarakat non Papua yang mayoritas cukup mapan dengan masyarakat Papua, khususnya masyarakat Amungme, Kamoro (Mimika Wee), dan 5 suku kekerabatan lainnya, yang mayoritas masih cukup jauh dari kata “mapan” secara ekonomi.

Walaupun ini tantangan, tapi dengan tema dimaksud, menjadi harapan bahwa JOEL akan memberi penanganan khusus dan serius bagi peradaban masyarakat Amungme, Kamoro (Mimika Wee), dan 5 suku kekerabatan lainnya, agar kesejahteraan itu dialami secara inklusif, secara merata.

Walaupun memang sebuah kebijakan yang baik tidak akan diterima baik oleh semua orang. Begitupun sebaliknya, sebuah kebijakan yang buruk tidak akan diterima buruk juga oleh semua orang. Di semua realitas pasti ada yang tidak setuju dan mendukung, tapi yang terpenting adalah sebuah kepemimpinan yang berfokus utama pada kepentingan dan kemajuan kehidupan orang banyak, bukan fokus pada kepentingan dan kesenangan orang-orang tertentu termasuk orang-orang terdekat sekalipun yang bertendensi buruk dan hanya mementingkan egosentris dibanding kepentingan kemaslahatan orang banyak.

Ingat, seorang pemimpin yang baik tidak mungkin menghancurkan orang-orang yang dipimpinnya. Namun diingat juga, diktum yang pernah disampaikan Prof. J. E. Sahetapy, bahwa “ikan busuk mulai dari kepalanya.” Pesan ini sekaligus menjadi alarm bagi JOEL untuk kepemimpinan selanjutnya untuk 4 tahun ke depan di Kabupaten Mimika.

Selamat dan sukses untuk satu tahun kepemimpinan di Kabupaten Mimika, Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong.

Tetaplah menjadi pemimpin terbaik yang dicintai masyarakat, yang selalu dekat dengan masyarakat, yang mampu menjawab langsung kebutuhan-kebutuhan terkini masyarakat, dan kemudian di akhir masa jabatan untuk periode ini, JOEL mampu membawa kemerataan keberhasilan bagi masyarakat, baik di sisi ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan berbagai sendi sosial lainnya. Salam!

Penulis: Jimmy