SALAM PAPUA (TIMIKA) – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev)
pembangunan Pemerintah Kabupaten Mimika diminta untuk tidak hanya menerima
laporan di kota, tetapi turun langsung ke kampung-kampung guna memastikan
realisasi program sesuai kondisi di lapangan.
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Kampung Opitawak,
Distrik Tembagapura, Melinus Metegau, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, langkah ini penting untuk mencegah adanya
laporan fiktif dari sejumlah kepala kampung yang selama ini berdomisili di Kota
Timika dan jarang bahkan tidak pernah berada di wilayah tugasnya.
“Tim Monev jangan hanya menunggu di kota, tapi harus turun
ke semua kampung untuk memastikan laporan yang diterima benar atau fiktif,”
tegasnya.
Melinus mengungkapkan, masih ditemukan laporan pembangunan
yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bahkan, dokumentasi kegiatan lama
kerap digunakan kembali seolah-olah sebagai bukti pembangunan tahun berjalan.
Ia juga menyoroti dugaan praktik manipulasi administrasi,
seperti pemalsuan tanda tangan perangkat kampung hingga Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan (PPTK).
“Kegiatan di kampung tidak sepenuhnya dilaksanakan, tetapi
laporannya dibuat di kota tanpa bukti nyata. Ini yang harus diawasi langsung
oleh tim Monev,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai besarnya anggaran pembangunan
kampung yang bersumber dari negara harus diimbangi dengan pengawasan ketat
untuk mencegah penyalahgunaan.
Selain itu, Melinus juga menyoroti pelaksanaan Musyawarah
Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dinilai tidak melibatkan masyarakat
secara maksimal.
“Sering kali usulan Musrenbang tidak berasal dari masyarakat
kampung, tetapi dibuat sepihak. Akibatnya, banyak program pembangunan yang
tidak menyentuh kebutuhan warga,” katanya.
Ia mengaku menyampaikan hal tersebut sebagai bentuk aspirasi
masyarakat dari 13 kampung di Distrik Tembagapura.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


