SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga Timika Indah mengeluhkan
kondisi keamanan di wilayah mereka yang dinilai semakin meresahkan. Hal ini
menyusul sejumlah kejadian seperti aksi blokade jalan hingga bentrokan
antarwarga yang melibatkan senjata tajam dan panah.
Masyarakat berharap pemerintah dapat meningkatkan program
padat karya sebagai upaya memberikan aktivitas positif bagi para remaja agar
tidak terlibat dalam konflik.
Aspirasi tersebut disampaikan warga saat kegiatan Reses
Tahap I anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika, Derek Tenouye dari
Daerah Pemilihan (Dapil) II yang dilaksanakan di Jalan Kesehatan, Timika Indah,
Distrik Mimika Baru, Jumat (13/3/2026).
Derek Tenouye mengatakan, dalam pertemuan tersebut
masyarakat banyak menyampaikan keluhan terkait situasi keamanan yang dinilai
sering dipicu oleh pengaruh minuman beralkohol.
Menurutnya, salah satu solusi yang diusulkan masyarakat
adalah meningkatkan program padat karya di tingkat distrik maupun kelurahan
dengan melibatkan masyarakat serta remaja setempat.
“Solusinya distrik dan kelurahan dapat meningkatkan padat
karya di wilayah Timika Indah, khususnya di RT 12, RT 15, dan RT 17. Dengan
adanya kegiatan positif, para remaja tidak lagi fokus pada hal-hal negatif yang
dapat mengganggu ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kondisi keamanan dapat teratasi maka
pembangunan di wilayah tersebut akan lebih mudah didorong.
Selain persoalan keamanan, warga juga mengeluhkan masalah
air bersih. Mereka menyebutkan bahwa sambungan rumah (SR) telah dipasang, namun
hingga kini air belum mengalir.
“Masalah air bersih ini akan saya dorong ke Pansus agar
dapat diketahui kendalanya. Karena untuk sambungan rumah sudah terpasang,
tetapi airnya belum mengalir,” jelas Derek.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat juga meminta agar
tenaga kerja dari luar daerah dibatasi sehingga memberikan kesempatan lebih
besar bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Mimika.
“Saya berharap Pemkab Mimika lebih selektif terhadap
perusahaan yang beroperasi di Timika, khususnya dalam penerimaan tenaga kerja
dari luar daerah. Hal ini agar peluang kerja dapat diberikan kepada anak-anak
OAP di Mimika,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

