SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kelurahan Timika Jaya,
Distrik Mimika Baru, menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan
(Musrenbang) tahun anggaran 2026.
Musrenbang yang dihadiri perwakilan masyarakat dari 12 RT
ini dibuka oleh Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, di aula
pertemuan Kantor Lurah Timika Jaya, SP2, Senin (2/3/2026).
Lurah Timika Jaya, Piter Herman Kabey, menyatakan Musrenbang
merupakan agenda tahunan untuk mengusulkan program prioritas sesuai kebutuhan
masyarakat.
“Tahun ini tercatat 35 usulan di bidang infrastruktur, 22
usulan bidang ekonomi, serta 20 usulan pembangunan manusia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usulan infrastruktur mencakup pembangunan
drainase, jalan teling, hingga pengaspalan jalan-jalan lorong seperti di Jalur
4 dan Jalur 5.
Sementara untuk pembangunan manusia, salah satu yang
didorong adalah pembangunan gedung posyandu.
“Selama ini posyandu dilakukan di rumah warga, sehingga
perlu ada gedung khusus,” katanya.
Salah satu usulan prioritas lainnya adalah pembangunan rumah
layak huni, khusus bagi Orang Asli Papua (OAP) yang kurang mampu.
Meski kuota bantuan belum diketahui, masyarakat diimbau
menyiapkan persyaratan berupa sertifikat tanah yang sah untuk segera diserahkan
ke pihak distrik.
“Puji Tuhan, tahun ini ada permintaan dari Dinas Perumahan,
Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) untuk mendata warga yang belum
memiliki rumah. Kami siapkan data sebanyak-banyaknya, sementara untuk
akomodirnya ditentukan oleh Disperkimtan,” jelasnya.
Ia berharap sebagian besar usulan dalam Musrenbang tersebut
dapat terakomodir guna menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Joel Daniel Luhukay dalam sambutannya
mengingatkan masyarakat Timika Jaya agar memahami proses pembangunan pemerintah
yang dilakukan secara bertahap.
“Setiap usulan tetap menjadi perhatian, tetapi
pembangunannya dilakukan secara bertahap. Fokus pembangunan bukan hanya di satu
kelurahan saja, tetapi juga di kelurahan lainnya. Sesuai program Bupati,
membangun dari kampung, maka semua kampung pasti akan dibangun, namun secara
bertahap. Saya harap bapak dan ibu bisa memahami hal itu,” pungkasnya.
Musrenbang kali ini juga mengangkat citra budaya dan
nasionalisme. Diharapkan seluruh usulan yang disampaikan dapat terealisasi demi
kesejahteraan bersama.
“Kalau bagi saya, bantuan rumah harus didorong. Karena itu
warga harus melengkapi surat-surat, khususnya sertifikat tanah,” pesannya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

