SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kondisi kolong jembatan di Jalur 1,
Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, memprihatinkan. Tumpukan sampah
rumah tangga dan botol plastik memenuhi area tersebut hingga menimbulkan bau
menyengat dan menghambat aliran air.
Warga setempat mengaku resah dengan kondisi ini, terlebih
saat aliran air tersumbat dan berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir
kecil di sekitar permukiman.
“Aromanya sudah sangat mengganggu. Air juga tidak lancar
karena sampah menumpuk di bawah jembatan,” ujar salah seorang warga yang enggan
disebutkan namanya.
Warga sebenarnya berinisiatif membersihkan sampah secara
swadaya. Namun, upaya tersebut justru terhambat setelah adanya oknum kontraktor
yang melarang kegiatan pembersihan.
“Ada kontraktor yang melarang kami bersihkan. Katanya mau
dapat proyek pengerukan, tapi sampai sekarang belum ada pekerjaan yang
dilakukan,” ungkapnya.
Tak hanya di kolong jembatan, tumpukan sampah juga terlihat
berserakan di pinggir jalan sebelum jembatan, tepatnya di depan sebuah rumah
kosong. Kondisi ini semakin memperparah kesan kumuh di kawasan tersebut.
Selain persoalan sampah, warga juga menyoroti buruknya
sistem drainase di sekitar lokasi. Dari arah Jalan KH Dewantoro menuju
jembatan, sekitar tiga meter akses jalan terlihat tergenang air karena tidak
adanya saluran pembuangan yang memadai.
“Lorong ini harus ada drainase supaya air tidak tergenang di
jalan. Harus dibuat saluran yang mengarah ke jembatan,” tambah warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan
untuk membersihkan sampah yang menumpuk serta memperbaiki sistem drainase, guna
mencegah dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih serius.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


