SALAM PAPUA (TIMIKA) - Asosiasi Pencari Kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) di Mimika mendatangi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau untuk menyuarakan keberatan atas mahalnya biaya sertifikasi dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menjadi syarat utama dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Kedatangan Asosiasi Pencaker OAP Mimika ini disambut baik Primus Natikapereyau, di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

“Jadi kedatangan mereka ini meminta agar dua suku besar Amungme dan Kamoro mendapatkan perhatian, di mana mereka kesulitan biaya untuk masuk LPK. Karena biaya sertifikasi ini sangat besar mencapai Rp 8 juta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam tuntutan tersebut diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dapat memberikan bantuan ataupun subsidi untuk sertifikasi pelatihan kerja.

Untuk permintaan ini, maka Ketua akan mendorong diadakannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi 3. Sehingga keberpihakan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) dapat diberikan kepada Pencaker OAP.

“Jadi nanti kita lakukan RDP bersama Komisi 3 dengan Disnakertrans untuk permasalahan ini. Mungkin kita bisa gunakan Dana Otsus untuk meningkatkan keahlian Pencaker OAP,” jelas Primus.

Bahkan Primus juga menyoroti kerja Disnakertrans Mimika yang kurang terbuka atas data penggunaan dana Otsus ini. Terutama pada data keseluruhan Pencaker dan data Pencaker yang terserap oleh perusahaan di Mimika.

“Datanya ini kurang terbuka, kita tidak mengetahui jumlah pasti Pencaker, kemudian Pencaker Mimika yang telah direkrut perusahaan. Karena yang kita lihat ini masih ada perusahaan yang mengambil tenaga kerja dari luar daerah,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy