SALAM PAPUA (TIMIKA)- Shigella dysenteriae adalah bakteri
yang menjadi penyebab utama disentri. Karena bakteri ini sangat mudah menular
dari lingkungan yang kurang bersih, penting untuk mengetahui langkah pencegahan
serta mengenali gejala yang perlu diwaspadai agar bisa segera mendapatkan
penanganan yang tepat.
Shigella dysenteriae menyebabkan penyakit disentri, yaitu
infeksi pada saluran pencernaan yang ditandai dengan peradangan di usus besar.
Infeksi Shigella ini sering menjadi perhatian di negara berkembang, terutama di
daerah dengan akses air bersih dan sanitasi yang terbatas.
Disentri akibat Shigella dysenteriae kerap menimbulkan beban
kesehatan yang besar dan dapat menyerang siapa saja. Namun, anak-anak dan
lansia merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampaknya.
Gejala Infeksi Shigella dysenteriae
Gejala infeksi Shigella dysenteriae biasanya timbul cepat
dan bisa cukup berat, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan. Umumnya
muncul 1–3 hari setelah paparan bakteri, dengan tanda-tanda berikut: diare
mendadak yang dapat disertai darah atau lender, demam disertai nyeri atau kram
perut, mual dan muntah, kadang disertai rasa tidak nyaman di perut, tubuh
terasa lemas dan tidak bertenaga dan dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan
tubuh.
Pada kasus berat, terutama pada anak-anak, infeksi Shigella
dapat memicu kejang. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi
menimbulkan komplikasi serius, seperti kerusakan ginjal, penyebaran infeksi ke
organ lain, hingga gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan nutrisi.
Cara Penularan Shigella dysenteriae
Infeksi Shigella dysenteriae sangat mudah menular, terutama
di lingkungan dengan kebersihan yang kurang terjaga. Penularan dapat terjadi
melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak langsung
dengan penderita, atau menyentuh benda yang tercemar feses.
Selain itu, risiko juga meningkat akibat paparan air kotor,
misalnya di daerah terdampak banjir atau dengan sanitasi yang buruk.
Upaya Pencegahan dan Penanganan Infeksi Shigella dysenteriae
Meski penularannya sangat mudah, infeksi Shigella
dysenteriae sebenarnya bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana dalam
menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mengingat belum tersedia vaksin untuk
Shigella, pencegahan tetap menjadi langkah utama.
Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir,
terutama sebelum makan dan setelah dari toilet. Memastikan makanan matang dan
air minum sudah direbus atau disterilkan. Menjaga kebersihan toilet, peralatan
makan, serta area dapur dan mengajarkan anak tentang pentingnya menjaga
kebersihan diri sejak dini.
Penanganan infeksi Shigella dysenteriae terutama dilakukan
dengan pemberian cairan rehidrasi untuk mencegah dehidrasi. Pada kasus berat,
dokter dapat meresepkan antibiotik yang sesuai.
Penggunaan obat antidiare sebaiknya dihindari tanpa
pengawasan dokter. Selain itu, kondisi penderita, terutama bayi, balita, dan
lansia, perlu dipantau dengan cermat. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala
yang mengarah pada infeksi Shigella dysenteriae atau disentri, konsultasikan
dengan dokter. (Alodokter)
Editor: Sianturi