SALAM PAPUA (TIMIKA) – Angin kencang disertai gelombang tinggi di perairan Mimika berdampak pada aktivitas nelayan yang kesulitan melaut. Kondisi ini menyebabkan pasokan ikan ke Pasar Sentral Timika berkurang, sehingga sejumlah jenis ikan mengalami kekosongan stok.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Sentral Timika, Udin, mengatakan bahwa sudah sekitar tiga hari terakhir beberapa jenis ikan tidak tersedia, seperti ikan tuna, cakalang besar, hingga ikan merah besar yang biasanya banyak dicari pembeli.

“Beberapa ikan kosong sudah tiga hari ini. Terakhir saya jual ikan tuna besar dengan harga Rp150 ribu, karena memang dari pelelangan juga kosong,” ujarnya saat ditemui Salampapua.com, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kapal pencari ikan belum sandar di pelabuhan pelelangan, diduga akibat cuaca buruk berupa angin kencang di perairan.

“Memang angin lagi kencang, jadi kapal belum masuk ke pelelangan. Tapi informasinya, kalau tidak besok, lusa kapal sudah sandar,” jelasnya.

Pedagang ikan lainnya, Nazar, menyampaikan bahwa meskipun pasokan berkurang, harga ikan masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan. Untuk ikan lema masih dijual dengan harga normal Rp35 ribu per kilogram, begitu pula cakalang kecil yang masih berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

“Untuk harga masih sama, belum ada kenaikan. Hanya saja memang beberapa jenis ikan kosong,” ucapnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika melaporkan adanya angin kencang dengan kecepatan hingga 25 knot serta gelombang laut yang mencapai lebih dari 2 meter di perairan Mimika, yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi