SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Kabupaten Mimika mencatat realisasi pendapatan daerah pada tahun anggaran 2025
mencapai 97,53 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp6,1 triliun.
Kepala Bapenda Mimika, Drs. Dwi Cholifah, M.Si, mengatakan
hingga akhir 2025 realisasi pendapatan masih menyisakan kekurangan sekitar
Rp152 miliar. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar Rp30 miliar akan
diterima setelah proses verifikasi selesai.
“Pendapatan kita masih kurang Rp152 miliar. Namun setelah
proses verifikasi, diperkirakan akan masuk sekitar Rp30 miliar. Memang ada
beberapa komponen pendapatan yang tidak masuk, seperti Dana Alokasi Khusus
(DAK) Fisik sebesar lebih dari Rp32 miliar,” ujar Dwi, Sabtu (10/1/2025).
Ia menjelaskan, Dana Bagi Hasil (DBH) yang seharusnya
diterima hingga 31 Desember 2025 tidak masuk secara penuh dan akan diterima
pada tahun anggaran 2026 dengan nilai sekitar Rp80 miliar.
Selain itu, Dana Desa (DD) juga tidak tersalurkan 100 persen
dan hanya terealisasi sekitar 80 persen. Hal tersebut disebabkan adanya
regulasi baru yang mengatur penggunaan 20 persen Dana Desa untuk mendukung
program Koperasi Merah Putih.
Sementara itu, untuk sektor pajak daerah, realisasi
pendapatan justru melampaui target. Dari target sebesar Rp490 miliar, realisasi
pajak daerah mencapai Rp550 miliar.
“Pajak daerah kita over target. Karena itu, Pendapatan Asli
Daerah (PAD) pada tahun 2026 akan kami tingkatkan, dengan target naik menjadi
sekitar Rp580 miliar,” jelasnya.
Dwi menambahkan, meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Mimika tahun 2026 mengalami penurunan dari Rp6,1 triliun pada
2025 menjadi Rp5,6 triliun, Bapenda tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan
PAD.
“Di tahun 2026, kami tetap fokus meningkatkan PAD Mimika.
Dari target sebelumnya Rp490 miliar, kami naikkan menjadi lebih dari Rp580
miliar,” tutupnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

