SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, mengaku bangga atas inisiatif kreatif warganya yang mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing untuk kemudian disetor ke rumah ibadah, sebelum dijual ke bank sampah.

Menurut Merlyn, gerakan ini lahir dari inisiatif masyarakat melalui kelompok-kelompok keagamaan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung program prioritas pemerintah daerah.

“Saya bangga karena ini benar-benar inisiatif dari masyarakat sendiri. Ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya sampah plastik,” ujar Merlyn, Sabtu (10/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, kelompok masyarakat telah berkoordinasi dengan pengelola bank sampah, Haji Ilham, agar sampah plastik yang dikumpulkan di rumah ibadah—baik masjid maupun gereja dapat dibeli dan dimanfaatkan kembali. Hasil penjualan sampah tersebut selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kas rumah ibadah.

Merlyn menjelaskan, peran Distrik Wania dalam program ini bersifat mendukung, terutama dalam hal regulasi dan fasilitasi agar kegiatan berjalan dengan baik. Sementara itu, mekanisme teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut melalui rapat lanjutan yang direncanakan pada awal pekan.

“Karena ini merupakan inisiatif masyarakat, kami di distrik sifatnya membantu dan memfasilitasi. Mekanismenya nanti akan kita matangkan bersama,” jelasnya.

Ia berharap, program ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. Merlyn juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang holistik dan menyeluruh, sejalan dengan arahan Bupati dan Wakil Bupati Mimika, agar persoalan sampah tidak ditangani secara parsial.

“Jika masyarakat sudah tergerak dari rumah masing-masing, maka setengah dari persoalan sampah sebenarnya sudah selesai,” pungkasnya.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi