SALAM PAPUA (TIMIKA) – YPMAK (Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI), menggelar Ibadah Syukur Lepas Sambut Tahun 2025–2026 bersama seluruh internal organisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pelabuhan YPMAK Pomako, Distrik Mimika Timur, Jumat (30/1/2026).

Ibadah syukur dipimpin oleh Pater Didimus dengan pembacaan Kitab 2 Samuel 11:1–2, 13–17, yang mengisahkan kejatuhan Raja Daud akibat kelalaian dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin. Dalam renungannya, Pater Didimus menekankan pentingnya kesibukan yang terarah dan fokus pada kehendak Tuhan sebagai bentuk perlindungan dari godaan.

“Kisah Raja Daud hendaknya menjadi pelajaran bagi umat. Kesibukan dan fokus pada tujuan Tuhan melindungi kita dari godaan. Kemalasan dan kelalaian adalah pintu masuk dosa. Sebagai pemimpin, jadilah pemimpin sejati yang tidak sombong, tidak berbangga diri, dan selalu setia pada pelajaran Ilahi,” ujarnya.

Ketua YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program yang dijalankan YPMAK merupakan hasil kolaborasi antara pengurus, karyawan, staf, masyarakat, serta para mitra strategis.

“Kesuksesan seluruh program yang telah dijalankan merupakan hasil kerja bersama. Harapan saya, kolaborasi ini terus berlanjut agar target-target yang telah ditetapkan dapat terwujud, sehingga masyarakat dapat hidup lebih baik. Kolaborasi yang kuat akan memperkuat pembangunan di Mimika,” ujarnya.

Leonardus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan staf YPMAK yang telah bekerja dengan penuh semangat sepanjang tahun 2025, sehingga berbagai program dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Amungme, Kamoro, serta Lima Suku Kekerabatan.

“Kita patut bersyukur karena pada tahun lalu seluruh program dapat dijalankan dengan maksimal. Di tahun ini, kita percaya Tuhan terus memelihara kita agar semua program dapat kembali dijalankan dengan kerja sama yang baik dan satu tujuan,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi