SALAM PAPUA (NABIRE) – Aparat gabungan dari Satgas Rajawali Mambri dan Satgas Operasi Damai Cartenz menewaskan satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam tindakan tegas terukur di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, 16 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Hurbianus Mirip, yang merupakan anggota KKB Kodap III D Dulla pimpinan Aibon Kogoya dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2025.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Yusuf Sutejo, mengatakan Hurbianus diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire dan Paniai.

“Hurbianus Mirip telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2025 karena diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (18/3/2026).

Ia diduga terlibat dalam pembunuhan dua personel Brimob pada 13 Agustus 2025 yang disertai perampasan dua senjata api jenis AK-101. Selain itu, kelompoknya juga dikaitkan dengan sejumlah aksi kekerasan lainnya, seperti penembakan di Kali Semen, pemalangan jalan Trans Nabire–Paniai, hingga kontak tembak dengan aparat di Bukit Doa.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga diduga terlibat dalam penyerangan pos TNI di area PT Kristalin pada Februari 2026 yang menewaskan satu personel TNI dan satu warga sipil, serta penganiayaan terhadap seorang anggota kepolisian di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai.

“Sangat banyak aksi kejahatan yang telah dilakukan oleh Hurbianus Mirip dan kelompoknya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat akan terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Papua dari ancaman kelompok bersenjata.

“Satgas akan terus menjaga keamanan masyarakat serta memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Ia meminta masyarakat untuk turut menjaga situasi kamtibmas serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi