SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob,
mengajak seluruh masyarakat menjaga toleransi menjelang rangkaian hari besar
keagamaan di Timika, Papua Tengah.
Ia menekankan pentingnya harmoni antarumat beragama,
mengingat dalam waktu berdekatan masyarakat akan merayakan Hari Raya Nyepi
Tahun Baru Saka 1948, Idul Fitri 2026, serta masa Pra Paskah menuju Paskah.
“Besok kita memasuki Hari Raya Nyepi, kemudian berakhirnya
ibadah Ramadan dan masuk pada Hari Raya Idul Fitri, setelah itu Pra Paskah
menuju Paskah. Jadi mari kita betul-betul menjaga kebersamaan kita,” ujarnya
usai perayaan malam Nyepi, Rabu (18/3/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif
menciptakan suasana yang damai dan saling menghormati. Johannes turut
menyampaikan apresiasi kepada warga Mimika yang telah menjaga kekhusyukan bulan
Ramadan dengan baik.
“Saya berharap semangat saling menghormati ini tidak hanya
berhenti di satu momen, tetapi terus menjadi fondasi hidup bermasyarakat di
Mimika,” katanya.
Selain itu, ia mengajak seluruh warga merayakan hari besar
keagamaan dengan penuh rasa syukur dan semangat gotong royong, sehingga seluruh
rangkaian ibadah dapat berjalan dengan aman dan khidmat.
“Mari kita bersama-sama berperan menjaga kebersamaan dalam
merayakan hari-hari keagamaan ini,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi


