SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sepanjang tahun 2025, Puskesmas Atuka
mencatat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai kasus penyakit
tertinggi dengan 6.509 pasien, disusul malaria sebanyak 2.876 kasus. Kedua
penyakit tersebut mendominasi daftar 10 besar penyakit yang ditangani di
wilayah kerja Puskesmas Atuka.
Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu, mengatakan bahwa dari
sepuluh penyakit terbanyak yang dialami masyarakat di Distrik Mimika Tengah,
ISPA menempati peringkat pertama, kemudian disusul malaria.
“Tahun 2025, kasus ISPA tercatat sebanyak 6.509 pasien,
sedangkan malaria sebanyak 2.876 kasus. Dua penyakit ini memang yang paling
tinggi kami tangani di Atuka,” ujar Julia, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, tingginya kasus ISPA dipengaruhi oleh pola
perilaku hidup bersih dan sehat yang belum sepenuhnya diterapkan oleh
masyarakat. Sementara itu, tingginya angka malaria juga disebabkan oleh
pemeriksaan darah yang dilakukan berulang pada pasien yang sama, sehingga
ditemukan banyak kasus.
Guna menekan angka kasus, Puskesmas Atuka terus
menggencarkan promosi kesehatan, khususnya pencegahan dan pengobatan malaria
melalui keterlibatan Pengawas Minum Obat (PMO), kader malaria, serta
pelaksanaan Program Kampung Sehat. Selain itu, pihak puskesmas juga melakukan
pembagian dan pengawasan penggunaan kelambu malaria
“Dengan promosi kesehatan yang dibarengi pemeriksaan dan
pengobatan sampai tuntas, kasus ISPA dan malaria pada tahun 2025 mengalami
penurunan dibandingkan tahun 2024,” jelasnya.
Puskesmas Atuka melayani masyarakat di lima kampung, yakni
Kampung Atuka, Keakwa, Timika Pantai, Aikawapuka, dan Mioko. Di wilayah
tersebut juga terdapat empat Puskesmas Pembantu (Pustu). Selain pelayanan
langsung di puskesmas dan pustu, kegiatan Posyandu rutin tetap dilaksanakan,
meliputi pemeriksaan ibu hamil, bayi, dan balita.
“Kami juga memiliki alat USG portable untuk pelayanan ibu
hamil. Alat ini sangat membantu karena dapat dibawa berkeliling kampung,
sehingga ibu hamil di kampung-kampung luar Atuka tetap terlayani,” tambah
Julia.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

