SALAM PAPUA (TIMIKA) – Program Kampung Sehat merupakan salah satu inisiatif strategis Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola Dana Kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Care Peduli (YCP). Saat ini, fokus utama program tersebut adalah mendorong sinkronisasi data bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika guna memastikan intervensi kesehatan berjalan tepat sasaran.

Hal tersebut disampaikan Project Manager Yayasan Care Peduli (YCP), Tengku Rodhan, saat Kick-Off Tahun Kedua Program Kampung Sehat bersama Yayasan Ekologi Papua, Yayasan Papua Lestari, dan Yayasan RUMSRAM, yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Timika, Selasa (27/1/2026).

Menurut Tengku Rodhan, kick-off ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi Program Kampung Sehat dengan Dinkes Mimika melalui Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Kolaborasi tersebut difokuskan pada penyelarasan data pelaporan, mulai dari pemeriksaan pasien, pelayanan kesehatan primer, hingga pemetaan penyakit yang ditemukan di lapangan.

“Dalam perjalanan Program Kampung Sehat, diperlukan koordinasi yang kuat antara seluruh yayasan pelaksana dengan Dinkes Mimika. Laporan dari Program Kampung Sehat juga perlu disampaikan kepada Puskesmas dan Pustu agar satu data kesehatan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menyinkronkan data kesehatan, baik secara internal antar-yayasan pelaksana Program Kampung Sehat maupun dengan data yang telah dimiliki Dinkes Mimika. Karena itu, YCP akan mendorong pertemuan rutin antara yayasan pelaksana dengan Puskesmas dan Pustu setempat.

“Ke depan, YCP akan memfasilitasi pertemuan setiap tiga bulan dan enam bulan selama pelaksanaan Program Kampung Sehat, dengan tujuan utama melakukan sinkronisasi data di tingkat lapangan,” jelasnya.

Tengku menambahkan, pertemuan tersebut juga akan membahas data prioritas, seperti jenis penyakit yang membutuhkan penanganan bersama, sekaligus memastikan publikasi data kesehatan di Mimika disampaikan secara terintegrasi.

“Ini bukan soal melaporkan pekerjaan ke Dinkes, tetapi bagaimana data kesehatan di Mimika dapat disampaikan secara satu data, sehingga menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi