SALAM PAPUA (TIMIKA)- Jari tangan kaku tak hanya membuat
jari tiba-tiba sulit digerakkan atau terkunci pada posisi tertentu, tetapi juga
bisa terasa cukup menyakitkan. Kondisi ini terjadi karena tendon jari tangan
mengalami peradangan.
Tendon merupakan penghubung antara tulang dan otot yang
berbentuk jaringan penyambung keras. Saat jari tangan digerakkan, otot dan
tendon pada bagian lengan serta tangan akan bersama-sama meluruskan atau
menekuk jari tangan. Pergerakan tersebut biasanya dapat berjalan dengan lancar
dan mudah.
Namun, pada kondisi tertentu, tendon dapat mengalami
pembengkakan dan peradangan. Hal ini menyebabkan selubung tendon seolah-olah
menyempit. Akibatnya, jari-jari tidak dapat bergerak dengan leluasa serta
menimbulkan rasa nyeri dan bunyi ‘klik’ saat jari ditekuk atau diluruskan.
Penyebab Jari Tangan Kaku
Jari tangan kaku dan sakit saat ditekuk dapat disebabkan
oleh pergerakan jari tangan atau jempol yang dipaksakan secara berulang. Selain
itu, ada beberapa penyebab jari tangan kaku lainnya, di antaranya:
1. Osteoarthritis pada bagian tangan
Osteoarthritis atau radang sendi pada tangan biasanya
terjadi pada tiga bagian tangan, yaitu pangkal jempol, sendi di bagian tengah
jari, dan sendi di dekat ujung jari.
Orang yang menderita osteoarthritis di tangan biasanya akan
mengeluhkan jari tangan kaku, bengkak, dan nyeri. Bahkan, kondisi ini mungkin
memicu munculnya benjolan pada bagian sendi jari yang kaku.
Tidak hanya itu, kista atau benjolan yang berisi cairan juga
dapat timbul pada sendi ujung jari. Secara perlahan, jari yang mengalami
peradangan juga dapat bengkok ke samping.
Rasa sakit akibat osteoarthritis di tangan mungkin akan
menyebabkan hambatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, mulai dari menulis
sampai membuka tutup botol. Jadi, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter
ketika Anda mengalami kondisi ini supaya mendapatkan penanganan yang sesuai.
2. Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis adalah salah satu jenis radang sendi
yang disebabkan oleh gangguan autoimun, yaitu kondisi yang menyebabkan sistem
kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Rheumatoid arthritis lebih
sering terjadi pada wanita, terutama wanita yang berusia lebih dari 40 tahun.
Tak hanya menyebabkan jari tangan kaku dan bengkak, kondisi
ini juga bisa membuat penderitanya mengalami demam, kelelahan, dan kehilangan
berat badan. Seiring berjalannya waktu, rheumatoid arthritis yang tidak
ditangani dengan baik bisa menyebabkan perubahan bentuk sendi dan pengikisan
tulang.
3. Pirai (penyakit asam urat)
Jika rheumatoid arthritis umumnya dialami oleh wanita, pirai
justru lebih sering dialami oleh pria. Pirai disebabkan oleh penumpukan asam
urat yang berlebih di dalam tubuh. Kadar asam urat dalam darah yang berlebihan
ini akan menyebabkan pembentukan kristal di sendi.
Kristal asam urat pada sendi akan memicu peradangan sehingga
penderitanya mengalami gejala nyeri dan bengkak pada sendi. Seiring waktu,
pirai bisa menyebabkan kerusakan pada tendon, sendi, dan juga tulang.
Selain beberapa penyebab di atas, jari tangan kaku juga bisa
disebabkan oleh diabetes. Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti,
kondisi ini diduga terjadi karena peningkatan produksi kolagen berlebih dalam
tendon dan kerusakan saraf yang berisiko tinggi dialami oleh penderita
diabetes.
Jangan panik jika jari tangan Anda kaku secara tiba-tiba.
Lebih baik, lakukan pertolongan pertama dengan cara mengistirahatkan jari dan
tangan dari kegiatan yang sifatnya berulang supaya peradangan pada sendi
berkurang.
Bila jari tangan kaku disertai dengan pembengkakan, Anda
dapat mengompresnya dengan air dingin guna mengurangi pembengkakan. Sementara
untuk mengurangi kekakuannya, Anda dapat merendam jari tangan ke dalam air
hangat. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi


