SALAM PAPUA (TIMIKA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penatana
Ruang (PUPR) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan kunjungan
langsung ke fasilitas air bersih di Kampung Tipuka dan Kampung Ayuka, Distrik
Mimika Timur Jauh, Selasa (10/3/2026).
Kabid Cipta Karya pada Dinas PUPR, Bonifasius S
menyampaikan, dalam kunjungan ini bukan hanya untuk melihat hasil pembangunan,
tetapi juga pihaknya menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga
keberlanjutan fasilitas tersebut.
Di mana dalam kunjungan tersebut, 3 fasilitas air yang
dibangun PTFI telah rusak bahkan pipa dan pompa airnya telah hilang. Sedangkan
untuk 8 fasilitas air dari swadaya dana desa hanya bisa digunakan terpusat
sebab belum terpasang Sambungan Rumah (SR).
“Fasilitas air bersih di Tipuka dan Ayuka itu sudah sangat
memadai namun memang harus ada komitmen masyarakat dalam menjaga akses air
tersebut. Karena untuk fasilitas yang telah dibangun PTFI pun sudah tidak dapat
dipergunakan, dan perlu adanya perbaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah kunjungan ini pihaknya akan kembali
melakukan koordinasi lanjutan bersama PTFI untuk perbaikan fasilitas air, sebab
3 fasilitas air milik PTFI. Namun tentunya PUPR komitmen untuk melakukan
peningkatan pemasangan SR dan perbaikan lanjutnya.
“Tentu untuk perbaikan akan kita perbaiki, tapi kita harus
duduk kembali dengan PTFI apakah bagaimana kita perbaiki bersama karena 3
fasilitas milik PTFI, sedangkan untuk SR akan kami bangun untuk memenuhi
kebutuhan 187 KK di wilayah tersebut,” jelas Boni.
Boni mengungkapkan, dalam kunjungan pun ada fasilitas air
yang dibangun Pemkab Mimika tepat di depan Puskesmas Ayuka, namun memang untuk
peruntukan fasilitas ini masih terpusat di fasilitas tersebut sebab belum ada
SR.
“Untuk fasilitas depan Puskesmas ini juga kita masih harus
koordinasi dengan kepala kampung, karena ada keluhan dari Puskesmas kalau
kepala kampung tidak memperbolehkan Puskesmas menggunakan fasilitas tersebut.
Seharusnya Puskesmas bisa gunakan fasilitas itu, karena Puskesmas juga
melakukan pelayanan publik,” ungkapnya.
Namun ia menegaskan, apabila pembangunan fasilitas air
ditingkatkan tentunya masyarakat diharapkan dapat menjaga dan merawat fasilitas
tersebut.
“Percuma kalau kita bangun tapi masyarakat tidak mendukung
dengan menjaga fasilitas tersebut, jadi saya harap apabila dilakukan
peningkatan fasilitas masyarakat dapat menjaganya,” pungkas Boni.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

