SALAM PAPUA (DEIYAI) – Ketua Komite Nasional Pemuda
Indonesia Kabupaten Deiyai, Melison Dogopia, mendesak pemerintah Provinsi Papua
Tengah bersama para kepala daerah di wilayah Meepago untuk segera menepati
janji penyelesaian persoalan di Distrik Kapiraya.
Desakan tersebut muncul menyusul keluhan warga Kapiraya yang
merasa janji pemerintah belum direalisasikan, khususnya terkait penyelesaian
persoalan tapal batas wilayah.
Dalam pernyataan warga yang beredar melalui video,
disebutkan bahwa pemerintah sebelumnya berjanji akan membahas persoalan
tersebut pada 15 Maret. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
“Sudah lewat hampir enam belas hari, tapi pemerintah belum
juga datang,” ungkap salah satu warga Kapiraya dalam video tersebut.
Menanggapi hal itu, Melison meminta pemerintah, baik di
tingkat provinsi maupun kabupaten seperti Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai,
hingga Timika, untuk segera mengambil langkah konkret.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui tim yang sudah
dibentuk, termasuk tim dari masing-masing kabupaten, harus bergerak cepat.
Jangan hanya memberikan janji kepada masyarakat di Kapiraya,” tegasnya kepada
salampapua.com, Selasa (7/4/2026).
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga
terjadi konflik yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian harta benda.
“Jangan tunggu korban baru mau bergerak. Tim yang sudah
dibentuk harus bekerja dengan hati untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, KNPI Deiyai turut mempertanyakan progres kerja
tim penyelesaian konflik yang telah dibentuk oleh pemerintah.
“Jangan jadikan konflik di masyarakat sebagai proyek. Kerja
harus tuntas,” tambahnya.
KNPI Deiyai berharap pemerintah provinsi bersama pemerintah
kabupaten terkait dapat segera menyelesaikan persoalan tapal batas di Kapiraya
dalam waktu dekat, guna mencegah potensi konflik yang lebih besar di kemudian
hari.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi


