SALAM PAPUA (TIMIKA) - Konflik antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama kembali memanas meski sebelumnya telah dilakukan prosesi perdamaian pada Januari 2026 atas upaya Pemkab Mimika, Pemkab Puncak, dan Polda Papua Tengah.

Aksi saling serang kembali terjadi pada Jumat (17/4/2026). Peristiwa tersebut bahkan didokumentasikan melalui siaran langsung di platform TikTok oleh warga setempat. Hingga pukul 11.18 WIT, siaran langsung masih memperlihatkan salah satu kelompok yang terlibat bentrokan.

Dalam tayangan itu, terlihat masing-masing kelompok melepaskan anak panah ke arah lawan. Sebagian lainnya menggunakan tameng darurat yang terbuat dari seng bekas dan triplek.

“Ini mereka perang lagi. Mereka lepaskan anak panah, ada juga yang pegang tameng. Yang jadi tameng itu seng bekas dan triplek,” ujar host siaran langsung yang dibenarkan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian.

Pelaksana Harian Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan menyatakan bentrokan telah berlangsung sejak Kamis (16/4/2026) sore. Akibat kejadian itu, satu orang meninggal dunia karena terkena panah, sementara 10 orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Mimika.

“Korban meninggal dunia berinisial TN. Jenazah sudah dikremasi. Sepuluh orang yang terluka sementara dirawat di RSUD Mimika,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, dua kelompok yang kembali terlibat bentrok merupakan kelompok lama, yakni kelompok Dang dan Newegalen.

Hingga saat ini, puluhan personel keamanan masih disiagakan di wilayah Distrik Kwamki Narama untuk mencegah konflik meluas.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi