SALAM PAPUA (DEIYAI) – Bupati Deiyai, Melkianus Mote,
melakukan kunjungan kerja ke wilayah Tigi Utara, Kamis (9/4/2026), dengan
meninjau sejumlah sekolah dan fasilitas kesehatan.
Kunjungan diawali dengan meninjau lokasi pembangunan SMPTK
Baida Troutman di Gakokebo. Bupati menegaskan pentingnya kelancaran pembangunan
sekolah tersebut yang dinilai sebagai salah satu sekolah teologi Kristen tertua
di Tanah Papua.
“Kita semua doakan agar pembangunan berjalan baik. Saya
minta tidak ada yang menghambat selama proses berlangsung,” tegasnya.
Ia juga menyebut sekolah tersebut ke depan akan didorong
menjadi destinasi wisata rohani, mengingat nilai historis dan perannya bagi
berbagai suku di Papua.
Usai itu, Bupati melanjutkan kunjungan ke SD YPPK Widimei
dan langsung masuk ke ruang kelas untuk memantau proses belajar mengajar.
Bupati Jadi “Guru Dadakan”
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Melkianus bahkan sempat
menjadi “guru dadakan” dengan berinteraksi langsung bersama siswa, mulai dari
kelas II hingga kelas VI.
Ia juga memastikan bantuan seragam dan tas sekolah telah
tersalurkan, serta meminta guru mendata kebutuhan sepatu siswa.
“Saya minta guru segera data ukuran sepatu sesuai jumlah
siswa,” ujarnya.
Sejumlah sekolah lain turut dikunjungi, di antaranya SMA
Negeri II Deiyai di Widimei, SD YPPGI Gakokebo I dan II, SD YPPK Yagu, SD YPPGI
Ibodiyo, serta SD YPPGI Dokotopa.
Dalam dialog bersama para guru, Bupati juga memastikan
tenaga honorer telah masuk dalam Surat Keputusan (SK) terbaru. Bagi yang belum
terdata, ia meminta segera didaftarkan ke dinas terkait.
Sejumlah persoalan pendidikan juga mencuat dalam kunjungan
tersebut, termasuk kekurangan tenaga pengajar. Salah satu orang tua murid di SD
YPPGI Dokotopa mengeluhkan minimnya guru yang menyebabkan siswa sering pulang
lebih awal.
Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan akan mengambil langkah
tegas terhadap sekolah yang tidak aktif.
“Sekolah yang tidak berjalan baik ke depan akan kami
evaluasi, bahkan bisa ditutup,” tegasnya.
Selain sektor pendidikan, Bupati juga meninjau layanan
kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Widimei dan Puskesmas Gakokebo. Warga
setempat meminta agar pemerintah menempatkan tenaga kesehatan secara tetap agar
pelayanan dapat berjalan setiap hari.
Menanggapi hal tersebut, Bupati berjanji akan segera
menempatkan tenaga kesehatan dari wilayah setempat.
“Kami akan kirim tenaga kesehatan dari kampung ini atau
sekitarnya agar pelayanan bisa berjalan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menghidupkan kembali layanan
Posyandu di kampung-kampung sebagai bagian dari program prioritas daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyempatkan diri
berdialog dengan warga pelaku usaha kecil di pinggir jalan. Ia meminta Dinas
Perindag mendata pelaku usaha untuk diprioritaskan dalam bantuan sembako.
Selain itu, ia juga mendorong warga di Kampung Ibodiyo yang
membudidayakan tembakau untuk terus mengembangkan usahanya.
“Kalau hasilnya sudah banyak, datang temui saya di kantor,”
pesannya.
Melalui kunjungan ini, Bupati berharap berbagai persoalan di
sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat di wilayah Tigi Utara
dapat segera ditangani secara bertahap.
Penulis: Elias Douw
Editor: Sianturi


