SALAM PAPUA (TIMIKA) – Vertigo kerap dianggap sebagai pusing biasa, padahal kondisi ini dapat berdampak serius jika sering kambuh, terjadi mendadak, atau berlangsung lama.

Vertigo merupakan sensasi kehilangan keseimbangan yang membuat penderitanya merasa seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya berputar. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam hitungan detik hingga berjam-jam.

Secara medis, vertigo dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan pada telinga bagian dalam hingga masalah pada otak. Bahkan dalam beberapa kasus, vertigo dapat menjadi tanda penyakit serius seperti stroke.

Berdasarkan penyebabnya, vertigo terbagi menjadi dua jenis, yakni vertigo sentral dan vertigo perifer. Vertigo sentral berkaitan dengan gangguan pada otak, sedangkan vertigo perifer lebih sering terjadi dan umumnya disebabkan gangguan pada telinga bagian dalam, seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) dan Penyakit Meniere.

Saat serangan vertigo terjadi, penderita biasanya mengalami gejala seperti pusing berputar, mual, muntah, sakit kepala, keringat berlebih, hingga gangguan pendengaran seperti telinga berdenging.

Meski terlihat ringan, vertigo memiliki sejumlah risiko yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah meningkatnya risiko kecelakaan, terutama jika vertigo kambuh saat berkendara. Kondisi ini dapat membuat penderita kehilangan konsentrasi dan kendali.

Selain itu, vertigo juga dapat menyebabkan penderita terjatuh akibat kehilangan keseimbangan. Risiko cedera pun meningkat, terutama pada lansia atau mereka yang sering mengalami vertigo berulang.

Bahaya lain yang juga dapat terjadi adalah gangguan pendengaran, terutama jika vertigo dipicu oleh masalah pada telinga bagian dalam. Dalam kondisi tertentu, gangguan ini bahkan dapat menyebabkan penurunan hingga hilangnya kemampuan mendengar.

Vertigo juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Penderita bisa mengalami kesulitan berdiri, berjalan, bahkan bekerja ketika serangan datang secara tiba-tiba.

Yang paling perlu diwaspadai, vertigo bisa menjadi tanda gangguan serius pada sistem saraf, seperti stroke. Jika vertigo disertai gejala lain seperti kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, atau kesulitan berbicara, maka kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera.

Untuk mengurangi risiko bahaya vertigo, masyarakat disarankan rutin memeriksakan kondisi kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau stroke. Selain itu, mengontrol asupan garam, menghindari perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba, serta melakukan terapi keseimbangan juga dapat membantu mencegah kekambuhan.

Jika vertigo kambuh, penderita dianjurkan segera duduk atau berbaring dan menghindari aktivitas yang dapat memperparah kondisi.

Dengan memahami risiko dan cara pencegahannya, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap vertigo dan tidak menganggapnya sebagai gangguan kesehatan yang sepele. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi