SALAM PAPUA (TIMIKA) – Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri saat salah satu klub asal Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yakni Waanal Brothers Football Club (WBFC), yang mana 5 pemain terbaiknya terpilih menjadi bagian dari punggawa Tim Nasional (Timnas) FA7 Indonesia yang akan berlaga pada IFA7 World Championship tahun 2026, yang akan digelar di Tegucigalpa, Honduras, negara yang terletak di wilayah Amerika Tengah, pada 27-31 Mei 2026.

Indonesia diketahui tergabung di Grup A pada laga dunia tersebut, yang akan saling beradu kekuatan dengan tuan rumah Honduras, Mexico, dan Venezuela. Sedangkan tim yang tergabung di Grup B adalah dari Brazil, Canada, Cameroon, dan Spanyol.

Adapun 5 pemain WBFC yang masuk Timnas FA7 adalah Natanael Matius Atanay, Safiyudin Timin, Desman Wakerkwa, Afrizal Rizqil Falah, dan Tiriec Adriano Manuri. Natanael Matius Atanay adalah pemain WBFC jebolan hasil seleksi pemain yang dilakukan di Kabupaten Mimika, tahun 2025 lalu.

Lima pemain WBFC tersebut terpilih di dalam tim yang saat ini terdapat 16 pemain dari hasil seleksi yang telah diselenggarakan dan dipusatkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 14-15 Mei 2026.

Seperti diketahui, IFA7 World Championship adalah pertandingan sepakbola level mini atau disebut mini soccer di skala internasional (dunia) dengan hanya menurunkan 7 pemain dari masing-masing tim.

Timnas FA7 ini berada di bawah kendali dan tanggungjawab Indonesia Football 7 Federation, yang mana Dudung Abdurachman sebagai Ketua Umumnya saat ini, dan Shin Tae-yong didapuk sebagai advisor aspek teknis. Sedangkan tim pelatih terdiri dari Socrates Matulessy sebagai Pelatih Kepala, Aryandra Zhafran sebagai Asisten, dan Alfonsius Kelvan sebagai Pelatih Kiper.

Manajer WBFC, Ray Gutafson Manurung memberi apresiasi dan mengaku bangga atas terpilihnya 5 pemain WBFC ke dalam Timnas FA7 dan akan berkancah di tingkat internasional.

Ray mengungkapkan bahwa mayoritas dari 5 pemain tersebut sejak awal sudah bersama WBFC, bahkan pernah menjadi bagian dari kesebelasan Timnas pelajar U-15 Kemenpora RI saat berlaga di Portugal, yang mana saat itu dirinya juga sebagai manajer tim sejak tahun 2019, dan saat ini kembali bisa terpilih akan bertanding di Amerika Tengah.

“Saya bersyukur ya mereka bisa terpilih ke dalam Timnas FA7 setelah melalui seleksi. Dulu mereka ini juga pernah ikut bertanding di Portugal bersama Timnas Pelajar, dan sekarang mereka akan bertanding di Amerika Tengah. Ini adalah bentuk konsistensi mereka dengan kualitasnya dalam bermain sepakbola. Ini pastinya akan menjadi motivasi bagi pemain-pemain WBFC lainnya,” ujarnya.

Melihat dari 5 pemain WBFC yang terpilih terdapat 3 pemain asal Papua, menurut Ray, ini merupakan bukti nyata dari komitmen WBFC dalam membina dan mengembangkan kemampuan anak-anak Papua di bidang olahraga sepakbola, yang bukan hanya sampai di tingkat nasional, tapi juga bisa ke tingkat internasional.

“Ini memang komitmen WBFC sejak awal, sebagai klub asal Papua pastinya salah satu fokus kami adalah untuk mencetak anak-anak muda Papua menjadi pemain sepakbola profesional dan berprestasi hingga ke tingkat internasional. WBFC menjadi salah satu wadah pendidikan di bidang sepakbola, termasuk untuk anak-anak Papua yang sebenarnya mereka sudah memiliki potensi sejak dini, namun juga tidak kalah penting adalah perihal karakter dan kedisipilinan yang harus dimiliki, yang menjadi kurikulum WBFC,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dia mengungkapkan bahwa pemain WBFC angkatan pertama saat ini telah mengikuti pendidikan khusus sepakbola di London, Inggris. Dalam hal ini, WBFC nantinya akan mengakomodir kurikulum sepakbola dari Inggris tersebut.

“Terkait kurikulum ini, akademi WBFC akan menyesuaikan, dan bahkan mungkin sepenuhnya akan mengambil kurikulum sepakbola dari Inggris tersebut, agar anak-anak yang melakukan studi sepakbola di akademi WBFC dapat lebih luar biasa ke depan,” tuturnya.

Di samping itu, Board of Directors WBFC, Rochi Putiray mengungkapkan bahwa sebenarnya WBFC mengutus 7 pemain untuk mengikuti seleksi Timnas FA7 yang diikuti 100 lebih peserta tersebut, namun hanya 5 pemain WBFC dari total 16 pemain yang terpilih.

“Ada 7 pemain yang kami utus tapi 5 yang terpilih. 5 pemain ini terpilih karena memang mereka memiliki potensi dan sangat bagus bermain sepakbola,” ujar salah satu legenda sepakbola Indonesia ini.

Terkait akademi WBFC yang juga membimbing anak-anak muda Papua, Rochi mengatakan bahwa WBFC hadir bukan sebagai pesaing tapi menjadi salah satu akademi bersama akademi-akademi sepakbola lainnya di Papua untuk mengeroyok pembinaan dan pengembangan potensi sepakbola, agar generasi Papua memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa meraih prestasi hingga ke tingkat internasional.

“Kami (WBFC) mengajak semua akademi sepakbola di Papua untuk bergandengan tangan dan bekerja sama untuk membina anak-anak Papua yang memiliki potensi di bidang sepakbola. Mari kita bangun Mimika, bangun Papua Tengah, bangun Papua bersama-sama. Kami juga mengajak anak-anak Papua untuk berlatih dengan baik dan nantinya bisa bergabung dengan WBFC dalam mengembangkan kualitas bermain sepakbola,” pungkasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Board of Directors WBFC lainnya, yang juga adalah legenda sepakbola Indonesia, Aples Tecuari. Bek tangguh Timnas Indonesia di masanya ini menegaskan bahwa 5 pemain WBFC yang terpilih tersebut memang memiliki kualitas bermain di atas rata-rata. Sehingga memang pantas bergabung dengan Timnas FA7 untuk membawa nama Indonesia ke dunia internasional.

“Memang saya yang mengantar mereka untuk mengikuti seleksi Timnas FA7, dan saya lihat memang mereka bagus. Semoga mereka tetap bisa mempertahankan konsistensi dalam memainkan ‘si kulit bundar,’ sehingga mereka menjadi bagian yang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional,” tuturnya.

Salah satu pemain WBFC yang terpilih dalam Timnas FA7, Desman Wakerkwa mengaku sangat bersyukur kepada Tuhan karena dirinya bersama 4 temannya yang lain dari WBFC bisa terpilih.

Desman juga menyampaikan terima kasih kepada manajer, official, dan semua pelatih WBFC yang telah membimbingnya dan teman-teman lainnya sehingga bisa sampai ke tingkat saat ini.

“Saya senang sekali kami ber-5 terpilih di Timnas FA7 untuk bertanding di Honduras nanti. Semoga kami bisa membuahkan hasil terbaik baik Indonesia,” tuturnya.

Seperti diketahui, WBFC merupakan klub dan juga akademi sepakbola bentukan Four Brothers (Ray, Joe, Jason, Randy Manurung) yang merupakan Anak Gunung Tembagapura (AGuTe), Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Materi penguatan dan pengembangan bermain sepakbola di WBFC, bukan hanya pada skill dan fisik, tapi juga karakter dan kedisiplinan.

Penulis/Editor: Jimmy