SALAM PAPUA (TIMIKA) – Peluncuran Alkitab dalam Bahasa Damal tidak hanya menjadi peristiwa rohani, tetapi juga momentum sosial yang diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian di Timika.

Tokoh Masyarakat Suku Amungme, Oktovian Jangkup menyampaikan, peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal pada Rabu (20/5/2026) menjadi momentum bersejarah bagi dua suku besar di Mimika. Di tengah suasana duka akibat konflik yang masih terjadi di wilayah Kwamki Lama, kehadiran Alkitab dalam bahasa ibu diharapkan menjadi jalan menuju perdamaian dan persaudaraan.

Momentum rohani ini hadir di saat masyarakat Amungme dan Damal masih menghadapi konflik antarkelompok yang belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Konflik tersebut bahkan telah memakan korban jiwa dari kedua belah pihak dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat di Kota Timika. Karena itu, peluncuran Alkitab ini diharapkan menjadi panggilan moral dan spiritual bagi semua pihak untuk menghentikan pertikaian yang terjadi.

“Hari ini menjadi momentum penting bagi Suku Amungme dan Damal. Ketika Alkitab diluncurkan dalam bahasa sendiri, kita harus bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah konflik yang terjadi ini masih akan terus berlanjut ataukah kita mau membuka hati untuk hidup damai,” ujarnya kepada salampapua.com usai peluncuran, Rabu (20/5/2026).

Ia mengatakan, konflik yang terjadi bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga bertentangan dengan nilai kasih dan ajaran Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

“Momentum ini harus menyadarkan kita bahwa perang melanggar hukum Tuhan Allah. Alkitab hadir bukan untuk memecah belah, tetapi untuk menyelamatkan manusia, membangun kasih, dan mempersatukan sesama,” katanya.

Menurutnya, peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal bukan sekadar acara seremonial, melainkan simbol bahwa Tuhan hadir di tengah kehidupan masyarakat lokal melalui bahasa dan budaya mereka sendiri.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para hamba Tuhan dapat bersama-sama menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal rekonsiliasi damai di Kwamki Lama maupun di seluruh Timika.

“Saya memohon dengan hormat kepada pemerintah dan para hamba Tuhan, seusai peluncuran buku Alkitab ini, konflik di Kwamki Lama bisa dinyatakan aman dan damai. Jangan ada lagi pertumpahan darah di Kota Timika,” harap Jangkup.

Atas nama pribadi, Oktovian Jangkup juga menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran Alkitab berbahasa Amungme dan Damal.

“Tuhan Yesus memberkati dan memberikan perdamaian melalui momentum ini. Salam damai untuk seluruh masyarakat Amungme dan Damal,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi