SALAM PAPUA (NABIRE) – Anggota DPRK Nabire, Daniel Mumakapa,
melakukan kunjungan kerja darat jarak jauh dengan turun langsung meninjau
kondisi wilayah Distrik Siriwo, khususnya di Kampung Aibore, Rabu (13/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Daniel menemukan sejumlah
persoalan pelayanan dasar yang hingga kini dinilai belum mendapat perhatian
serius dari pemerintah daerah.
“Beberapa persoalan yang ditemukan di antaranya Balai
Kampung Aibore yang belum memiliki papan nama, Pustu Kampung Aibore yang tidak
memiliki petugas pelayanan kesehatan aktif, serta SD Negeri Inpres Aibore yang
kekurangan tenaga guru PNS,” ujar Daniel dalam keterangannya, Kamis siang
(14/5/2026)
Menurutnya, puskesmas pembantu (Pustu) yang telah dibangun
pemerintah selama ini jarang difungsikan karena petugas kesehatan hampir tidak
pernah berada di tempat untuk melayani masyarakat.
Ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire memberikan
perhatian serius terhadap tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan, terlebih
Nabire saat ini merupakan ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Daniel berharap setiap Pustu di wilayah Distrik Siriwo,
terutama yang berada di jalur Trans Nabire–Ilaga, memiliki tenaga kesehatan
aktif dan siap melayani masyarakat kapan saja.
Selain persoalan kesehatan, kondisi pendidikan di SD Negeri
Inpres Aibore juga dinilai memprihatinkan. Sekolah tersebut hanya memiliki
kepala sekolah sebagai satu-satunya guru PNS, sementara tenaga pengajar lainnya
masih sangat terbatas.
Fasilitas pendidikan pun masih minim, mulai dari kursi
belajar, seragam putih, seragam batik, hingga perlengkapan sekolah lainnya.
Daniel berharap Pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas
terkait segera menambah tenaga guru serta melengkapi fasilitas pendidikan di
sekolah tersebut, mengingat sekolah ini melayani anak-anak di wilayah pedalaman
Siriwo.
Sementara itu, Kepala Kampung Aibore, Herman Sidipa,
mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir pelayanan kesehatan di kampungnya
hampir tidak berjalan.
“Selama dua tahun petugas kesehatan belum pernah aktif
bertugas di sini. Pustu ada, tetapi pelayanan tidak pernah berjalan baik.
Kadang petugas hanya datang sampai di jalan lalu kembali lagi dengan alasan
takut melewati jembatan. Obat-obatan juga jarang diberikan kepada masyarakat,”
ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat sangat membutuhkan perhatian
pemerintah, baik di sektor kesehatan maupun pendidikan, karena Kampung Aibore
merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Nabire yang berhak memperoleh pelayanan
dasar secara merata.
Penulis: Elias
Editor: Sianturi

