SALAM PAPUA (TIMIKA)- Karang gigi adalah plak gigi yang
mengeras dan tumbuh sedikit demi sedikit. Awalnya, plak gigi terbentuk ketika
bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan. Jika tidak dibersihkan, maka plak tersebut
dapat menyebabkan karang gigi.
Jika karang gigi dibiarkan dan tidak segera diatasi, maka
iritasi dan peradangan pada gigi dan gusi akan mudah muncul.
Beragam Efek Karang Gigi
Efek yang paling umum jika memiliki karang gigi adalah
proses menyikat gigi dan flossing menjadi tidak efektif. Gangguan pada gigi ini
akan memudahkan proses pemecahan lapisan gigi yang diakibatkan oleh asam dan
dikeluarkan oleh bakteri mulut. Hal ini akan memudahkan munculnya gigi
berlubang atau kerusakan gigi.
Selain itu, efek karang gigi lainnya adalah sebagai berikut:
1. Menjadi tempat bersarang bakteri
Secara keseluruhan, karang gigi memiliki efek serius pada
kesehatan mulut terutama jika tumbuh di atas garis gusi. Sebab ini merupakan
tempat yang tepat bagi bakteri untuk bersarang, kemudian menyusup ke dalam gusi
sehingga membuatnya rusak, serta mengalami iritasi dan peradangan.
2. Menyebabkan gingivitis alias radang gusi
Salah satu efek paling umum dari karang gigi adalah
terjadinya gingivitis alias radang gusi. Setelah gingivitis terjadi, sementara
karang gigi tetap ada, maka gusi tinggal menunggu waktu untuk terkena penyakit
periodontitis. Penyakit ini berbentuk kantong nanah yang timbul di antara gusi
dan gigi.
3. Meningkatkan risiko gigi tanggal
Ketika sistem pertahanan tubuh melakukan reaksi perlawanan
terhadap bakteri yang ada di dalam kantong nanah gigi maka secara bersamaan
bakteri juga akan melepaskan zat pertahanan diri. Akibatnya, tulang gigi dan
jaringan di sekitarnya bisa mengalami kerusakan.
Jika terus berlanjut, maka bersiaplah untuk kehilangan gigi,
sekaligus mengalami penipisan tulang di mana gigi tertanam.
4. Memicu penyakit jantung dan stroke
Munculnya penyakit jantung dan stroke bisa juga berhubungan
dengan kesehatan gusi. Diduga bakteri dan mikroorganisme yang terdapat dalam
plak gigi bisa masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan reaksi peradangan.
Kondisi ini menyebabkan kerusakan dan penyumbatan pada
pembuluh darah. Jika aliran darah tersumbat, maka risiko terkena penyakit
jantung dan stroke akan meningkat.
Sebuah penelitian menunjukkan, risiko penderita kanker
meninggal lebih cepat terkait dengan tingginya kadar plak di gigi. Walau hal
ini belum terbukti sepenuhnya dan masih perlu dipelajari secara lebih
menyeluruh, menjaga kesehatan mulut sebaiknya tidak dianggap sepele.
Cara Mencegah dan Mengobati Karang Gigi
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan agar karang gigi tidak
merajalela dalam mulut sehingga efek buruknya bisa dicegah, antara lain:
1. Menyikat gigi
Menyikat gigi dua kali sehari selama minimal dua menit
dianggap mampu mencegah tumbuhnya karang gigi. Gunakan sikat gigi yang lembut
dan mampu menjangkau bagian belakang gigi geraham.
2. Gunakan pasta gigi yang mengandung flouride
Pasta gigi yang mengandung flouride dianggap mampu mencegah
plak berkembang menjadi karang gigi. Pasta gigi jenis ini juga lebih efektif
dalam memperbaiki lapisan gigi yang rusak. Akan lebih baik jika pasta gigi yang
digunakan juga mengandung triklosan yang mampu memerangi bakteri yang berdiam
di plak gigi.
3. Flossing
Membersihkan gigi dengan benang gigi atau flossing adalah
solusi paling jitu untuk membersihkan plak yang ada di sela-sela gigi, sehingga
mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi. Flossing tetap perlu
dilakukan, meski sudah menyikat gigi rutin.
4. Kurangi makanan dan minuman manis
Bakteri yang ada di mulut sangat erat kaitannya dengan jenis
makanan yang dikonsumsi. Mereka berkembang dengan baik saat makanan manis dan
bertepung dikonsumsi. Bakteri akan mengeluarkan zat asam berbahaya jika bertemu
dengan kedua jenis makanan di atas.
Cara terbaik mengurangi kemungkinan terbentuknya karang gigi
adalah dengan membatasi jenis-jenis makanan tersebut.
5. Hindari merokok
Kebiasaan merokok mempermudah pembentukan karang gigi. Untuk
menghilangkan karang gigi secara menyeluruh, sebaiknya konsultasi ke dokter
gigi. Selain itu, disarankan untuk memeriksakan kondisi gigi dan mulut setiap
enam bulan sekali. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi

