SALAM PAPUA (NABIRE) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (19/1/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, selaku pembina apel.

Apel gabungan ini diikuti oleh Sekretaris Daerah Papua Tengah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Deinas Geley mengajak seluruh aparatur pemerintahan untuk memperkuat kembali semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“ASN adalah tulang punggung negara yang memiliki peran strategis dalam menjaga jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Deinas Geley menekankan lima nilai utama yang harus menjadi pegangan setiap ASN, dengan loyalitas sebagai fondasi utama dalam birokrasi pemerintahan.

“Loyalitas pertama, loyalitas kedua, loyalitas ketiga, loyalitas keempat, dan dedikasi kelima. Ini menjadi pengenalan khusus bagi ASN,” tegasnya.

Menurutnya, loyalitas harus ditunjukkan dalam sistem birokrasi yang berjenjang, mulai dari bawahan hingga atasan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip saling menghargai dan menghormati sesuai nilai dasar pemerintahan Republik Indonesia.

“Kalau kita tidak menghargai orang lain, lalu di mana orang lain akan menghargai kita,” katanya.

Selain loyalitas, Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya disiplin ASN, termasuk kepatuhan terhadap aturan berpakaian dinas dan etika kerja.

“Ketentuan pakaian dinas harian, batik pada hari tertentu, serta penggunaan atribut ASN wajib dipatuhi,” ujarnya.

Deinas Geley turut menyinggung pola pikir masyarakat terkait profesi aparatur sipil negara. Menurutnya, menjadi ASN bukan satu-satunya tujuan hidup, melainkan salah satu bentuk pengabdian.

Ia mengajak para orang tua, khususnya ASN, untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak hanya berorientasi menjadi PNS, tetapi juga berani terjun ke dunia usaha dan ekonomi produktif.

“Kalau semua ingin menjadi pegawai negeri, siapa yang akan mengelola kekayaan alam Papua Tengah yang begitu besar? Siapa yang bergerak di sektor ekonomi dan perdagangan?” katanya.

Ia menilai anggapan bahwa setelah sekolah harus menjadi PNS merupakan pola pikir yang keliru jika tidak dibarengi pemahaman tentang peluang usaha dan kemandirian ekonomi. Bahkan, menurutnya, dunia usaha dapat memberikan penghasilan yang lebih besar dibandingkan hanya mengandalkan gaji ASN.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur juga mengingatkan jajaran OPD dan bendahara terkait pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang biasanya dilakukan pada awal tahun. Ia meminta agar administrasi dan laporan keuangan disiapkan sejak dini.

“Kalau laporan dikerjakan setiap hari, pekerjaan akan menjadi ringan. Jangan menumpuk pekerjaan lalu dikerjakan sekaligus, itu tidak mendidik,” tegasnya.

Ia juga kembali menekankan kedisiplinan jam kerja, baik jam masuk maupun jam pulang kantor, yang wajib dipatuhi oleh seluruh ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Mengakhiri arahannya, Deinas Geley menyampaikan bahwa dirinya memahami tantangan yang dihadapi ASN karena pernah berada pada posisi yang sama.

“Saya memahami kondisi Bapak dan Ibu karena pernah berada di posisi yang sama. Mari kita bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat pengabdian demi kemajuan Papua Tengah,” pungkasnya.

Penulis: Elias Douw

Editor: Sianturi