SALAM PAPUA (TIMIKA) – Konflik antar dua kelompok warga,
kubu Dang dan kubu Newegaleng, di Distrik Kwamki Narama hingga kini belum
menunjukkan tanda-tanda berakhir. Jumlah korban jiwa akibat perang tersebut
tercatat telah mencapai 10 orang.
Korban terakhir yang tewas pada 4 Januari 2026 diketahui
bernama Jori Murib, seorang warga yang baru datang dari Distrik Beoga,
Kabupaten Puncak. Namun, kematian korban tersebut tidak diakui oleh salah satu
kubu yang bertikai.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengungkapkan
bahwa salah satu kelompok menganggap korban tersebut tidak masuk dalam
perhitungan konflik, sehingga menilai jumlah korban jiwa belum berimbang.
“Korban yang kemarin itu tidak diakui atau tidak diterima
oleh kubu Newegaleng. Mereka tetap bersikukuh bahwa skor korban jiwa belum
berimbang,” ujar Iptu Yusak Sawaki, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu kubu masih menganggap perlu
adanya satu korban jiwa tambahan agar jumlah korban di masing-masing pihak
menjadi seimbang, yakni 5 banding 5. Kondisi ini membuat potensi konflik
susulan masih sangat tinggi.
Situasi semakin memprihatinkan setelah pada 5 Januari 2026
siang, seorang perempuan yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) turut
menjadi korban kekerasan. Korban bernama Aprilia Magai tewas dipanah di Jalan
Aspal, Kampung Maleo, tepatnya di sekitar markas salah satu kubu.
Aprilia ditemukan tewas di tengah jalan dengan kondisi
sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya. Peristiwa ini menambah panjang
daftar korban yang tidak terkait langsung dengan konflik antar kelompok.
Menyikapi situasi tersebut, aparat gabungan TNI–Polri
mengerahkan ratusan personel untuk melakukan penyisiran dan penyitaan senjata
tajam, serta membongkar sejumlah tenda yang digunakan sebagai markas kelompok
perang.
Namun, saat aparat tiba di lokasi, para anggota dari kedua
kubu dilaporkan melarikan diri ke arah hutan, sehingga tidak ditemukan pelaku
di tempat.
“Dari informasi yang kami himpun, masing-masing kubu
memiliki catatan skor korban jiwa sebagai dasar pembenaran untuk melanjutkan
perang,” pungkas Iptu Yusak.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi


