SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak
menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten
Mimika dan seluruh masyarakat atas konflik antar kelompok warga yang terjadi di
Distrik Kwamki Narama.
Ucapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Puncak,
Naftali Akawal, usai prosesi perdamaian antara kelompok Dang dan Newegaleng
yang difasilitasi Pemkab Mimika bersama Pemkab Puncak, Senin (12/1/2026).
“Semua ini terjadi karena pertolongan Tuhan melalui kerja
keras Pemkab Mimika, TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Prosesi
perdamaian ini terlaksana karena kepedulian dan hati yang tulus dari semua
pihak,” ujar Naftali.
Sementara itu, Penjabat Sekda Pemkab Puncak, Nenu Tabuni,
secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Mimika dan seluruh
warga Mimika atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama konflik berlangsung.
Ia mengakui bahwa kelompok warga yang terlibat konflik
mayoritas berasal dari Kabupaten Puncak, sehingga Pemkab Puncak merasa
bertanggung jawab atas situasi tersebut.
“Puji Tuhan, hari ini prosesi perdamaian telah terlaksana.
Kami memohon maaf kepada Pemkab Mimika dan seluruh masyarakat atas
ketidaknyamanan selama konflik terjadi,” ucap Nenu.
Ia berharap, perdamaian yang telah disepakati dapat menjadi
titik akhir konflik di Kwamki Narama serta menjadi komitmen bersama untuk
menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.
“Mari kita hidup berdamai agar pembangunan dapat berjalan
dengan baik,” pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

