SALAM PAPUA (TIMIKA)– Papua Pegunungan merupakan salah satu
provinsi otonomi khusus terbaru di Indonesia yang resmi dibentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2022 dan diundangkan pada 25 Juli 2022. Provinsi
ini dimekarkan dari Provinsi Papua bersama Papua Selatan dan Papua Tengah
sebagai bagian dari kebijakan percepatan pembangunan di Tanah Papua.
Papua Pegunungan berkedudukan di Gunung Susu, Distrik
Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya. Provinsi ini tercatat sebagai satu-satunya
provinsi di Indonesia yang tidak memiliki garis pantai karena seluruh
wilayahnya berada di kawasan pegunungan dan terkurung daratan.
Secara geografis, Papua Pegunungan terletak di jajaran
Pegunungan Jayawijaya bagian timur, kawasan pegunungan tertinggi di Indonesia.
Wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Papua di utara, Papua Selatan di
selatan, Papua Tengah di barat, serta negara Papua Nugini di timur.
Beberapa puncak terkenal berada di wilayah ini, seperti
Puncak Trikora dan Puncak Mandala. Selain itu, Lembah Baliem menjadi salah satu
ikon daerah yang dikenal luas karena panorama alam dan festival budayanya.
Berdasarkan data 2024, jumlah penduduk Papua Pegunungan
mencapai sekitar 1,47 juta jiwa dengan kepadatan 29 jiwa per kilometer persegi.
Mayoritas penduduk memeluk agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik.
Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan adat La Pago, yang
dihuni berbagai suku asli Papua seperti Dani, Lani, Yali, Nduga, dan Ngalum.
Masyarakat umumnya tinggal di lembah-lembah pegunungan dengan mata pencaharian
utama bertani ubi jalar dan beternak babi.
Sebagai provinsi baru, Papua Pegunungan menghadapi tantangan
pembangunan yang cukup kompleks, terutama dalam bidang infrastruktur,
pendidikan, dan kesehatan. Kondisi geografis yang bergunung-gunung membuat
akses transportasi masih sangat bergantung pada jalur udara.
Meski demikian, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan
Gubernur John Tabo bersama Wakil Gubernur Ones Pahabol terus mendorong
percepatan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta
penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Pegunungan pada 2024
tercatat 54,43 dan masih berada pada kategori rendah, sehingga menjadi
prioritas utama dalam perencanaan pembangunan daerah.
Di tengah tantangan tersebut, Papua Pegunungan memiliki
potensi besar di sektor pariwisata dan budaya. Festival Lembah Baliem menjadi
agenda tahunan yang menampilkan tradisi perang adat dan kekayaan budaya
masyarakat pegunungan.
Rumah adat Honai, tradisi bakar batu, serta kerajinan noken
menjadi identitas budaya yang terus dilestarikan. Potensi wisata alam
pegunungan dan budaya lokal dinilai dapat menjadi motor penggerak ekonomi
masyarakat ke depan.
Dengan semangat “Bangkit Bersama Membangun”, Papua
Pegunungan diharapkan mampu mengejar ketertinggalan sekaligus memperkuat jati
diri sebagai provinsi pegunungan pertama di Indonesia yang unik dan kaya akan
budaya. (Wikipedia)
Editor: Sianturi

